Perbedaan Keamanan Galon Isi Ulang Depot dan Galon Bermerek
Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026 — Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, memaparkan perbedaan keamanan antara galon isi ulang depot dan galon guna ulang bermerek.
Meski kedua jenis galon dapat dipakai berkali-kali untuk mengisi ulang air minum, perawatan dan pengawasan kedua jenis berbeda. Galon bermerek AMDK menjalani pemeriksaan, pencucian, sanitasi, dan kontrol mutu di pabrik sebelum diisi ulang. Sebaliknya, galon yang dibawa konsumen ke depot umumnya hanya dibilas atau dibersihkan singkat sebelum pengisian ulang.
Perbedaan proses sanitasi
Perbedaan utama terletak pada prosedur sanitasi dan pemeriksaan mutu. Di pabrik AMDK, galon melalui langkah pencucian dan sanitasi yang terstandar. Proses ini dilengkapi pengendalian mutu untuk memastikan keamanan konsumsi pada tingkat konsumen.
Sementara itu, di DAMIU (Depot Air Minum Isi Ulang), prosedur yang diterapkan biasanya lebih sederhana. Galon konsumen sering hanya dibilas atau dibersihkan secara manual sebelum diisi ulang, sehingga potensi variasi kebersihan lebih besar tergantung praktik depot.
"Produk AMDK adalah produk SNI secara wajib serta dilakukan pemantauan dan pengujian parameter kualitas melalui audit surveilans secara berkala untuk memastikan keamanan konsumsi di tingkat konsumen,"
Standar dan pengawasan
Merrijantij menegaskan bahwa material pembentuk galon juga harus memenuhi persyaratan dalam Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2019. Pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran galon guna ulang, termasuk audit berkala dan pemeriksaan proses sanitasi.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menambahkan bahwa galon produksi pabrikan yang memenuhi standar terjamin keamanannya. Pengawasan otoritas dan sertifikasi menjadi kunci memastikan produk aman untuk dipakai ulang.
"Ya tentu aman, yang sudah (tersertifikasi) Badan POM nya sudah pasti aman. Karena kan salah satu persyaratan Badan POM mengeluarkan kalau dia sudah punya SNI. Jadi semua kemasan yang ber-SNI itu aman,"
Apa arti perbedaan ini bagi konsumen?
Bagi konsumen, perbedaan ini berarti perlu lebih cermat memilih sumber isi ulang. Memilih galon bermerek yang terstandar memberikan jaminan proses sanitasi pabrik. Namun, jika menggunakan layanan depot, konsumen disarankan memeriksa praktik kebersihan depot dan kondisi fisik galon sebelum mengisi ulang.
Pemerintah terus memantau dan menegakkan standar untuk kedua skema tersebut. Pengawasan bertujuan memastikan baik AMDK pabrikan maupun DAMIU aman untuk dikonsumsi, selama prosedur sanitasi dan bahan kemasan memenuhi persyaratan yang berlaku.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mitra Karawangjaya Ungkap Hambatan Pengelolaan Kawasan Industri
PT Mitra Karawangjaya menyampaikan kendala SHGB, SIPA, akses tol, dan gangguan keamanan yang mengancam kepas...
JPPI Minta Sekolah Terbuka dalam Penanganan Perundungan
JPPI mendesak sekolah bersikap terbuka menangani perundungan, mendorong SOP, akreditasi, dan sosialisasi unt...
BBM dan Avtur Indonesia Termurah di ASEAN, Diesel di Posisi Ketiga
Harga bensin RON 92, RON 95, dan avtur di Indonesia tercatat paling murah di Asia Tenggara; diesel berada di...
Puan: Satuan Baru TNI Harus Perkuat Pertahanan dan Kedaulatan
Puan Maharani minta satuan baru TNI diiringi penguatan kemampuan pertahanan dan dukungan pemerintah usai pel...
Kemenimipas: Sosok di Kamar Mewah Lapas Cibinong Adalah Jimmy Masrin
Kemenimipas menyatakan sosok di kamar mewah Lapas Cibinong adalah terpidana korupsi Jimmy Masrin berdasarkan...
Ombudsman Siapkan Investigasi Tata Kelola Lapas Cibinong
Ombudsman siapkan investigasi menyeluruh atas tata kelola Lapas Kelas IIA Cibinong setelah ditemukan fasilit...