USU Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa Lansia lewat Program KATANGJA
Universitas Sumatera Utara (USU) kembali memperkuat layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat dalam kegiatan pengabdian di UPT Puskesmas Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Kegiatan bertajuk Program Kampung Tangguh Jiwa (KATANGJA) menargetkan kader kesehatan mental dan kader lansia untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini dan penanganan awal masalah psikogeriatri di lingkungan masyarakat.
Tujuan dan pembukaan kegiatan
Acara dibuka oleh Camat Tanjung Pura, Tengku Reza Aditiya, S.IP, sebagai bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap penguatan layanan jiwa komunitas. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental serta kualitas hidup lansia di wilayah Tanjung Pura.
Tim akademik dan narasumber
Hadir dalam kegiatan sejumlah akademisi USU, termasuk Guru Besar Prof. Dr. dr. Elmeida Effendy, M.Ked., Sp.K.J, Subsp.B.Pf, serta Dr. dr. M. Surya Husada, M.Ked., Sp.K.J., Subsp.B, dan dr. Nazli Mahdinasari Nasution, M.Ked., Sp.K.J., Subsp.A.R. Mereka memaparkan strategi deteksi dan penanganan masalah kesehatan jiwa lansia secara praktis dan berkelanjutan.
Deteksi dini psikogeriatri
Prof. Elmeida menekankan pentingnya deteksi dini pada lansia. Perubahan suasana hati, kecemasan, kesepian, penurunan daya ingat, dan perubahan perilaku sering disalahartikan sebagai bagian normal penuaan. Padahal, tanda-tanda ini bisa menjadi indikasi awal masalah psikogeriatri yang membutuhkan penanganan tepat.
Materi pelatihan dan alat skrining
Peserta pelatihan memperoleh pemahaman tentang konsep dasar kesehatan jiwa lansia, pengenalan depresi dan gangguan kognitif, serta keterampilan skrining dasar. Kader diperkenalkan pada instrumen sederhana yang dapat dipakai di Posyandu Lansia maupun kunjungan komunitas:
- Geriatric Depression Scale (GDS)
- Mini Mental State Examination (MMSE)
- Clock Drawing Test (CDT)
Pelatihan praktis dan pendampingan
Pelatihan tidak hanya bersifat teori. Kegiatan dilengkapi diskusi interaktif dan pendampingan langsung agar kader mampu menjadi penghubung antara masyarakat dan fasilitas kesehatan. Peran kader meliputi identifikasi awal, edukasi keluarga, pendampingan lansia, hingga proses rujukan bila diperlukan.
Dukungan sosial dan literasi keluarga
Program KATANGJA juga mendorong pembentukan kelompok dukungan sebaya atau Self-Help Group (SHG) untuk lansia. Melalui kelompok ini, lansia mendapatkan ruang berinteraksi, berbagi pengalaman, dan memperoleh dukungan emosional. Selain itu, upaya peningkatan literasi kesehatan mental di tingkat keluarga diharapkan mengurangi stigma dan mempercepat penanganan kasus.
Konteks dan harapan
Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. USU berharap KATANGJA menjadi model layanan kesehatan jiwa lansia berbasis komunitas yang memperkuat deteksi dini, jejaring rujukan, dan kualitas hidup lansia di Kecamatan Tanjung Pura secara berkelanjutan.
Berita Terkait
Banda Aceh Dukung Sosialisasi P3SPS Aceh demi Ruang Digital Sehat
Pemko Banda Aceh mendukung sosialisasi P3SPS Aceh untuk memperluas pengawasan penyiaran termasuk konten inte...
Polsek Gunung Malela Tangkap Pelaku Pencurian di Rumah Dinas Guru
Polsek Gunung Malela menangkap MI (30) terkait pencurian di rumah dinas guru SD di Simalungun. Penangkapan b...
Bupati Hadiri Peluncuran Buku 'Polda Aceh Meutuah' di Banda Aceh
Bupati Aceh Besar hadir pada peluncuran buku 'Polda Aceh Meutuah' di Banda Aceh; buku merekam visi Kapolda t...
Polresta Deliserdang Tangkap 277 Pelaku Narkoba dalam 5 Bulan
Polresta Deliserdang menangkap 277 pelaku narkoba dari 230 kasus Jan–Mei 2026, dengan barang bukti sabu 90,8...
Polres Humbahas Ungkap 5 Kasus Narkoba, 9 Tersangka Ditangkap
Polres Humbahas ungkap 5 kasus narkoba selama Operasi Antik Toba (13 Mei–2 Juni 2026), menangkap 9 tersangka...
Kejari Medan Dakwa 3 WNA Sri Lanka dalam Kasus Penyelundupan ke Reunion
Kejari Medan mendakwa tiga WNA Sri Lanka atas dugaan penyelundupan manusia ke Pulau Reunion; sidang dilanjut...