Nasional

Wamen LH Dorong Kampus Perbanyak Ruang Terbuka Hijau

Bagikan:
Wamen Lingkungan Hidup berbicara di IPB soal pentingnya ruang terbuka hijau di kampus

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mendorong perguruan tinggi memperbanyak ruang terbuka hijau guna menghadapi dampak perubahan iklim. Pernyataan itu disampaikan saat peringatan Environment Day di Institut Pertanian Bogor pada Jumat, 5 Juni 2026.

IPB jadi contoh dengan 91% ruang hijau

Diaz memuji langkah Institut Pertanian Bogor dalam mempertahankan area hijau kampus. Menurutnya, IPB memiliki luas ruang terbuka hijau mencapai 91 persen, jauh di atas ketentuan nasional yang hanya 30 persen.

“IPB luar biasa, ruang terbuka hijaunya sudah 91 persen. Seharusnya menjadi contoh bagi kampus lain,”

Dampak nyata pemanasan global

Wamen LH mengingatkan bahwa efek perubahan iklim kian nyata dan dirasakan berbagai wilayah. Ia menyebut kenaikan suhu bumi sejak era revolusi industri sudah di kisaran 1,4 hingga 1,6 derajat Celsius.

Diaz juga menyoroti beberapa tanda pemanasan global yang terlihat di Indonesia, termasuk mencairnya es di Pegunungan Jayawijaya dan meningkatnya ancaman tenggelamnya pulau-pulau kecil. Ia menyebut penelitian memperlihatkan risiko pendangkalan dan kenaikan permukaan laut yang memburuk menjelang 2050.

“Bumi ini semakin panas. Temperatur bumi sudah naik sekitar 1,4 hingga 1,6 derajat Celsius,”

Ajakan sederhana: menanam pohon

Selain mendorong kebijakan hijau di kampus, Diaz mengajak masyarakat melakukan tindakan sederhana. Salah satu yang ia dorong adalah gerakan penanaman pohon sebagai langkah mitigasi lokal terhadap pemanasan global.

“Cara paling sederhana menghadapi perubahan iklim adalah penanaman pohon. Satu orang satu pohon,”

Ia menekankan peran institusi pendidikan untuk menjadi contoh dalam praktik tata ruang berkelanjutan. Kampus dapat mengintegrasikan perencanaan ruang hijau dalam pengembangan fasilitas tanpa mengorbankan fungsi pendidikan dan penelitian.

Peningkatan ruang terbuka hijau di kampus bukan hanya soal estetika. Langkah ini berpotensi menurunkan suhu lokal, memperbaiki kualitas udara, dan menjadi area penyimpanan karbon yang mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait