Pemerintah Kaji Peran Kantin dalam Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah masih mengkaji skema keterlibatan kantin sekolah dalam distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk mekanisme penentuan penerima dan layanan pendukung. Pernyataan itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, di Yogyakarta pada 5 Juli 2026. Hingga kini belum ada keputusan final mengenai peran kantin maupun rincian operasional program.
Skema kantin dan layanan pendukung masih dalam kajian
Menurut Abdul Mu'ti, seluruh opsi tetap dibuka dan sedang ditelaah agar implementasi MBG berjalan efektif. Pemerintah ingin memastikan semua prosedur logistik dan akuntabilitas jelas sebelum ditetapkan.
Belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam.
Perubahan sasaran penerima MBG
Satu keputusan yang disepakati pada rapat tingkat menteri adalah perubahan sasaran penerima manfaat. Program MBG tidak lagi otomatis diberikan kepada seluruh siswa. Kebijakan baru akan memprioritaskan peserta didik yang paling membutuhkan.
Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya. Tetapi hanya untuk yang memerlukan.
Komponen teknis penentuan kriteria dan verifikasi penerima masih disusun. Tujuannya agar penyaluran tepat sasaran dan sumber daya lebih fokus pada kebutuhan nyata.
Peran BGN dan Kemendikdasmen
Pelaksanaan MBG berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berperan memberi masukan agar program berjalan sesuai tujuan pendidikan dan kesehatan anak.
Mekanismenya bagaimana sedang kami susun supaya kebijakan ini dapat terlaksana dengan baik.
Tujuan program: gizi dan pendidikan karakter
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa semangat utama MBG adalah membangun generasi yang sehat dan menekan angka stunting. Program ini juga dimaksudkan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di sekolah.
Semangat MBG oleh Pak Presiden dimaksudkan untuk membangun generasi yang sehat secara fisik sehingga terbebas dari stunting.
MBG dimasukkan sebagai bagian dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk membiasakan konsumsi makanan sehat dan bergizi. Kementerian telah menerbitkan panduan agar program dapat terintegrasi dengan kegiatan pendidikan karakter di sekolah.
Koordinasi dan langkah berikutnya
Kemendikdasmen terus berkoordinasi dengan BGN sambil menunggu keputusan teknis lanjutan. Abdul Mu'ti menekankan bahwa nantinya BGN akan menyiapkan kebijakan operasional sebagai institusi penyelenggara.
Bagaimana nanti kebijakan barunya akan disiapkan BGN sebagai institusi yang mempunyai kewenangan menyelenggarakan MBG.
Dengan fokus pada efisiensi dan sasaran tepat, pemerintah berharap MBG dapat memberi dampak signifikan terhadap perbaikan gizi dan penguatan karakter anak-anak Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Percepat Cetak Sawah Papua Selatan untuk Kesejahteraan
Pemerintah percepat cetak sawah di Papua Selatan, 48.934 ha terlibat, Rp1,3 triliun dialokasikan untuk tingk...
KemenPPPA Ajak Anak Jadi Penggerak Perubahan Iklim
KemenPPPA mendorong anak dan generasi muda aktif menghadapi krisis iklim melalui aksi sederhana seperti peng...
LPDP Buka Pendaftaran Beasiswa Tahap II 2026, Sediakan 10 Program
LPDP membuka pendaftaran Beasiswa Tahap II 2026 sejak 30 Juni 2026, menyediakan sedikitnya 10 program untuk...
Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap untuk Jaga Daya Beli
Pemerintah dan ESDM menetapkan tarif listrik Triwulan III 2026 tetap untuk menjaga daya beli dan stabilitas...
KP2MI Perkuat Komunikasi Publik untuk Cegah Perekrutan PMI Ilegal
KP2MI menguatkan komunikasi publik dan literasi digital untuk mencegah perekrutan PMI ilegal dan merespons l...
Kemenperin Akselerasi Restart Industri Kecil Pascabencana
Kemenperin jalankan Program Restart IK untuk mempercepat pemulihan 3.020 industri kecil terdampak bencana di...