Nasional

KemenPPPA Ajak Anak Jadi Penggerak Perubahan Iklim

Bagikan:
Anak-anak menanam pohon sebagai simbol keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengajak anak dan generasi muda ambil peran aktif menghadapi krisis iklim melalui aksi nyata. Pernyataan disampaikan oleh Asisten Deputi Devy Nia Pradhika dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu, 5 Juli 2026. Tujuannya mendorong keterlibatan anak dalam menjaga lingkungan demi perlindungan hak hidup, kesehatan, dan tumbuh kembang optimal.

Anak sebagai penggerak perubahan

Devy menegaskan anak tidak hanya menjadi pihak yang terdampak, tetapi juga sumber solusi berkelanjutan. Ia menilai keterlibatan anak penting untuk mendorong aksi, meningkatkan kesadaran, dan memperkuat ketahanan komunitas terhadap perubahan iklim.

“Anak Indonesia bukan hanya penerus bangsa. Kalian adalah pencipta solusi, penggerak perubahan, dan penjaga masa depan bumi. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dan didorong untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan sejak usia dini,”

Dampak krisis iklim terhadap anak

Menurut Devy, krisis iklim memengaruhi anak secara langsung melalui banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, dan pencemaran yang mengancam kesehatan. Oleh karena itu, menjaga lingkungan sejalan dengan memenuhi hak anak atas kesehatan, pendidikan, dan rasa aman.

Devy juga menyatakan bahwa Indonesia memiliki sekitar 79 juta anak, hampir sepertiga populasi. Secara global, UNICEF memperkirakan sekitar satu miliar anak tinggal di wilayah sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.

“Angka ini menunjukkan krisis iklim bukan hanya persoalan orang dewasa. Tetapi juga anak-anak dan generasi muda di seluruh dunia,” ucap Devy.

Aksi nyata yang diajak

KemenPPPA mengajak anak dan orang muda melakukan langkah sederhana namun berdampak luas. Upaya ini ditujukan untuk membangun kebiasaan lingkungan sejak dini dan melibatkan keluarga serta komunitas sekitar.

  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
  • Memilah sampah dan mendaur ulang
  • Menghemat air dan listrik
  • Menanam pohon dan merawat ruang hijau
  • Mengajak keluarga serta lingkungan ikut berpartisipasi

“Jangan pernah menganggap tindakan kecil tidak berarti, karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil bersama. Mari buktikan anak-anak dan orang muda Indonesia menjadi penjaga bumi,” ucap Devy.

Peran organisasi dan kegiatan partisipatif

Save the Children Indonesia mendukung upaya tersebut melalui program edukasi dan kampanye. Tata Sudrajat, Senior Director Advocacy, Campaign and Government Relations, mengatakan kegiatan seperti webinar dirancang untuk memperkuat hak partisipasi anak dalam respons terhadap krisis iklim.

“Kegiatan ini memang dirancang sebagai kegiatan yang mengacu pada hak partisipasi anak. Kami berharap webinar ini mendorong lahirnya aksi-aksi nyata dari teman-teman muda untuk merespons krisis iklim yang sedang kita hadapi bersama,” kata Tata.

Dengan pemahaman dan keterlibatan sejak dini, KemenPPPA berharap generasi muda bukan hanya menjadi korban perubahan iklim, melainkan juga penggerak solusi yang berkelanjutan di tingkat lokal dan nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait