Pemerintah Percepat Cetak Sawah Papua Selatan untuk Kesejahteraan
Pemerintah menegaskan percepatan program cetak sawah di Papua Selatan sebagai upaya pengembangan lumbung pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan program ini berjalan pada 5 Juli 2026 dan fokus pada pembangunan kawasan pertanian modern berskala besar di wilayah tersebut.
Skala program dan alokasi anggaran
Pemerintah telah mengembangkan program cetak sawah di atas lahan seluas 83.030 hektare. Dari total itu, Papua Selatan menjadi wilayah pengembangan terbesar dengan 48.934 hektare. Selain itu tersedia 53.499 hektare untuk optimalisasi lahan sehingga hampir 100.000 hektare disiapkan sebagai kawasan produksi pangan masa depan.
Pada 2026 pemerintah mengalokasikan Rp1,3 triliun untuk mempercepat pengembangan. Dana ini dipakai untuk penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, pembangunan Rice Milling Unit (RMU), dryer, gudang, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Teknologi dan peningkatan produktivitas
Pemanfaatan teknologi di kawasan Merauke dilaporkan mampu meningkatkan produktivitas gabah dari rata-rata 3 ton menjadi antara 4 sampai 7 ton per hektare. Teknologi yang digunakan meliputi:
- traktor dan alat mesin pertanian
- drone pertanian
- rice transplanter
- combine harvester
Pemerintah menargetkan indeks pertanaman naik dari dua kali tanam per tahun menjadi tiga kali tanam. Target ini ditujukan untuk menambah pasokan pangan secara berkelanjutan.
Dampak ekonomi dan kesejahteraan petani
Menurut data pemerintah daerah, pendapatan petani di kawasan pengembangan meningkat hingga 300 persen setelah memanfaatkan cetak sawah dan mekanisasi. Antusiasme petani tercermin dari usulan penambahan sekitar 2.000 hektare lahan cetak sawah baru.
Pemerintah juga memproyeksikan nilai ekonomi kawasan yang saat ini sekitar Rp1,3 triliun per tahun dapat meningkat hingga Rp13 triliun per tahun apabila produktivitas mencapai 7 ton per hektare dan indeks pertanaman menjadi tiga kali tanam.
Penegasan kepemilikan dan dukungan pemerintah
Menteri Pertanian menegaskan program ini merupakan aspirasi masyarakat dan memastikan hak atas lahan tetap terjaga.
"Program Cetak Sawah ini merupakan aspirasi masyarakat. Seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat,"
Ia juga menjelaskan bentuk dukungan yang diberikan pemerintah.
"Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih. Pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden,"
Prospek ke depan
Dengan kombinasi perluasan lahan, alokasi anggaran, dan mekanisasi, pemerintah berharap Papua Selatan menjadi episentrum lumbung pangan nasional. Keberhasilan program dinilai akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Semua pihak diimbau untuk berkolaborasi agar transformasi pertanian ini dapat memberi manfaat ekonomi dan sosial yang luas bagi warga Papua Selatan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mitchell Baker Raih Sepatu Emas FIFA ASEAN Cup 2026
Mitchell Baker jadi top skor FIFA ASEAN Cup 2026 dengan lima gol, saat Indonesia juara setelah kalahkan Thai...
Komisi VII Pertimbangkan Perizinan Satu Pintu Kawasan Industri
Komisi VII DPR menimbang perizinan satu pintu untuk kawasan industri demi percepat izin dan atasi hambatan S...
Wamendagri: Pemerintah Siap Bahas RUU Pemilu Bersama DPR
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah siap memulai pembahasan RUU Pemilu bersama Komisi II DPR RI dan t...
Sugiono Resmi Menjabat Menko PMK, Gantikan Pratikno
Sugiono resmi mulai bertugas sebagai Menko PMK menggantikan Pratikno setelah serah terima jabatan di Kemenko...
MenImipas Cabut Pembebasan Bersyarat Indra Kenz: Remisi Dinyatakan Tak Sesuai
MenImipas mencabut pembebasan bersyarat Indra Kenz karena proses remisi dinyatakan tidak sesuai ketentuan se...
HUT ke-81 TNI: Fahira Idris Tegaskan TNI Kuat Bersama Rakyat
Fahira Idris beri penghormatan pada HUT ke-81 TNI (5 Okt 2026) dan menekankan pentingnya TNI bersama rakyat...