KAJ Telusuri Kondisi Pastur Terdampak Gempa Venezuela
Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menyatakan belum memperoleh data pasti mengenai imam Katolik yang terdampak gempa besar di Venezuela, namun terus memberikan doa dan dukungan kemanusiaan bagi seluruh korban. Pernyataan ini disampaikan saat konferensi pers terkait misa arwah korban gempa di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Juli 2026.
Kondisi pastur dan respons KAJ
Sekretaris KAJ, Romo Adi Prasojo Pr, menjelaskan gereja belum menerima laporan terperinci tentang imam atau fasilitas gereja yang terdampak. Ia menambahkan bahwa mayoritas penduduk Venezuela menganut Katolik sehingga duka dirasakan luas oleh komunitas Katolik dunia.
"Kami belum memperoleh data mengenai imam Gereja Katolik yang terdampak bencana gempa di Venezuela hingga saat ini. Namun, kami mengetahui sebagian besar masyarakat Venezuela menganut agama Katolik dan turut merasakan kehilangan,"
Romo Adi mengatakan KAJ terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kondisi rekan-rekan imam di Venezuela.
Misa arwah sebagai bentuk solidaritas
KAJ menggelar misa arwah sebagai wujud solidaritas dan doa bersama. Menurut pihak gereja, perayaan ibadah ini ditujukan untuk memberikan penghiburan bagi korban dan keluarga yang berduka.
Delegasi Kedutaan Besar Venezuela juga menyampaikan harapan agar korban memperoleh kedamaian dan kehidupan abadi melalui doa bersama. KAJ menegaskan kegiatan keagamaan tersebut tidak bersifat eksklusif.
"Siapa pun yang menjadi korban bencana adalah sesama kita dan patut memperoleh perhatian serta dukungan bersama. Baik imam, tokoh agama lain, umat beriman, maupun masyarakat umum memiliki martabat kemanusiaan yang sama,"
Kondisi WNI dan KBRI Caracas
Kementerian Luar Negeri memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban gempa yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 itu. Gempa tercatat berkekuatan magnitudo 7,1.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan semua WNI yang terdata—sebanyak tiga orang—dalam kondisi aman di Venezuela. Ia juga memastikan staf KBRI Caracas selamat dan gedung perwakilan tidak mengalami kerusakan struktural berarti.
"KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela. Yakni sebanyak tiga orang, ada dalam kondisi aman, selamat, dan sehat,"
Implikasi dan langkah selanjutnya
KAJ mengajak umat untuk mendoakan korban dan memelihara semangat kemanusiaan yang melampaui batas agama dan negara. Gereja akan terus meninjau informasi terbaru dan menyediakan dukungan rohani bagi komunitas yang terdampak.
Pemantauan lanjutan oleh KAJ dan koordinasi diplomatik oleh Kemlu menjadi kunci untuk memastikan keselamatan imam serta warga negara yang berada di wilayah terdampak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...