KAI Lampung Layani 498.104 Penumpang dan 11.437.080 Ton Barang
Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat layanan sebesar 498.104 penumpang dan pengangkutan 11.437.080 ton komoditas di wilayah Lampung selama periode Januari–Mei 2026. Data itu menunjukkan peran rel kereta sebagai tulang punggung mobilitas penumpang dan distribusi barang di kawasan ini.
Kinerja penumpang: jalur dan angka utama
Layanan penumpang didominasi oleh rute Kuala Stabas (Tanjungkarang–Baturaja) dan Rajabasa (Tanjungkarang–Kertapati). Sepanjang lima bulan pertama 2026, Rajabasa melayani 185.167 pelanggan, sedangkan Kuala Stabas tercatat 312.937 pelanggan, menghasilkan total 498.104 penumpang.
Angkutan barang: batu bara mendominasi
KAI mengoperasikan 4.029 perjalanan kereta barang di wilayah operasi Lampung. Komoditas batu bara menjadi penguasai volume, dengan pengiriman ke Pelabuhan Tarahan mencapai 11.280.793 ton.
Komoditas lain yang tercatat meliputi semen zak sebesar 83.680 ton, semen curah 20.014 ton, dan distribusi BBM sejumlah 52.593 ton.
| Jenis | Volume / Penumpang |
|---|---|
| Total penumpang (Jan–Mei 2026) | 498.104 |
| Rajabasa (Tanjungkarang–Kertapati) | 185.167 |
| Kuala Stabas (Tanjungkarang–Baturaja) | 312.937 |
| Total barang | 11.437.080 ton |
| Batu bara (ke Tarahan) | 11.280.793 ton |
| Semen zak | 83.680 ton |
| Semen curah | 20.014 ton |
| BBM | 52.593 ton |
Jaringan dan sejarah operasional
KAI menyebut panjang lintasan aktif di wilayah kerja Lampung mencapai 451.280 kilometer spoor (km'sp) dengan dukungan 47 stasiun. Jaringan ini membentang dari Bandar Lampung hingga Prabumulih, Sumatra Selatan, dengan Stasiun Tanjungkarang dan Tarahan sebagai simpul utama.
"Sejarah rel di Lampung menunjukkan bahwa kereta api sejak awal hadir untuk membuka akses. Dari jalur hasil bumi, pelabuhan, hingga pusat permukiman, kereta api membentuk konektivitas yang sampai hari ini masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan ekonomi wilayah,"
— Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI
"Potensi Lampung perlu dibaca dari peta konektivitasnya. Di sana terdapat pelabuhan, sentra industri, lintas penumpang, dan jalur barang dengan volume besar. Ketika rel diperkuat, manfaatnya dapat dirasakan melalui distribusi yang lebih efisien, mobilitas masyarakat yang lebih mudah, dan daya saing wilayah yang semakin baik,"
— Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI
Arah pengembangan dan implikasi
KAI menyatakan fokus ke depan adalah memperkuat peran rel dalam logistik energi daerah, meningkatkan keselamatan, keandalan operasi, dan kualitas layanan. Penguatan infrastruktur diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi dan daya saing wilayah Lampung.
Data periode Januari–Mei 2026 ini menjadi acuan untuk perencanaan layanan dan investasi infrastruktur selanjutnya, seiring upaya mengoptimalkan peran kereta api dalam mobilitas penumpang dan muatan komoditas di Sumatra bagian selatan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KAI Bangun Rumah Singgah Berarsitektur Limas di Sumatra
KAI menyediakan rumah singgah bergaya Rumah Limas di Sumatra untuk memberi tempat istirahat aman bagi petuga...
BEI: Jumlah Investor Tembus 30 Juta SID, IHSG Menguat 2,78%
BEI mencatat 30.274.265 SID pada 7 Agustus 2026; IHSG menguat 2,78% dan aktivitas perdagangan meningkat sign...
Dosen UNJ Latih Visualisasi Produk untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM
Dosen FPsi UNJ melatih 15 pelaku UMKM di Pondok Bambu untuk memperkuat visual produk dan meningkatkan pemasa...
Harga Emas Antam Naik Rp40 Ribu, Tembus Rp2,69 Juta/gram
Harga emas Antam naik Rp40.000 jadi Rp2.690.000/gram; buyback dipatok Rp2.511.000 per gram pada 8 Agustus 20...
Indonesia Dorong Pembiayaan UMKM dan Perkuat Kerja Sama BRICS
Indonesia mendorong perluasan pembiayaan UMKM dan penguatan rantai nilai melalui kerja sama BRICS, diusulkan...
Kemenperin Perkuat Hilirisasi Agro, Rempah dan Sagu ke Pasar Global
Kemenperin gelar Bimtek Manajemen Ekspor untuk hilirisasi agro; rempah, rumput laut, mikroalga, dan sagu dip...