KAI Targetkan Pangkas 133.676 Ton CO2e Lewat B50
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pengurangan emisi sebesar 133.676 ton CO2e melalui implementasi penuh penggunaan bahan bakar nabati B50. Target ini bagian dari rencana dekarbonisasi total sebesar 166.873 ton CO2e yang dicapai lewat tiga program utama, termasuk efisiensi listrik dan konservasi karbon.
Target dekarbonisasi dan strategi
KAI menetapkan target dan roadmap transisi biodiesel dari B0 menuju B50. Langkah ini dirancang untuk menurunkan emisi sambil menjaga keselamatan dan keandalan layanan operasional.
“Transformasi energi Indonesia membutuhkan sektor transportasi yang mampu beradaptasi secara terukur. KAI memperkuat peran kereta api melalui roadmap biodiesel dari B0 menuju B50, dengan memastikan setiap tahapan berjalan selaras dengan keselamatan, keandalan layanan, efisiensi energi, dan penurunan emisi.”
Uji teknis dan hasil pengujian
KAI bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan uji coba B50 pada lokomotif CC206 yang digunakan KA Sembrani. Uji tahanan dinamis genset dilakukan selama 2.400 jam di wilayah Pengawas Urusan Kereta (PUK) Lempuyangan, Yogyakarta, pada unit mesin MTU 2000 P02411.
“Hasil pengujian menjadi dasar evaluasi KAI, terutama terkait performa mesin, konsumsi bahan bakar, stabilitas operasional, kondisi filter, aspek emisi, dan kebutuhan perawatan sarana. Prinsip kami jelas, transisi energi harus berjalan sejalan dengan keselamatan dan keandalan operasi.”
Skema program dan alokasi
KAI menyatakan target 166.873 ton CO2e berasal dari tiga program utama. Selain implementasi B50, perusahaan mengandalkan efisiensi listrik dan program konservasi karbon.
| Program | Target Pengurangan (ton CO2e) |
|---|---|
| Implementasi B50 | 133.676 |
| Efisiensi listrik + konservasi karbon | 33.197 |
| Total | 166.873 |
Dukungan subsidi dan realisasi pemakaian
KAI menyebut dukungan bahan bakar bersubsidi menjaga kelangsungan layanan bagi masyarakat dan sektor logistik selama masa transisi. Alokasi BBM bersubsidi disalurkan oleh regulator melalui lembaga terkait.
“Dukungan BBM subsidi dari pemerintah menjaga layanan kereta api tetap tersedia bagi masyarakat dan sektor logistik. Dalam masa transisi energi, dukungan ini membantu KAI menjaga keberlangungan operasional sambil menyiapkan penggunaan energi yang lebih rendah emisi secara bertahap.”
Hingga 5 Juni 2026, realisasi pemakaian bahan bakar bersubsidi KAI tercatat mencapai 95.394.629 liter. Sementara itu, kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional mencatat emisi Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek pada angka 34,03 gram.
Dampak dan prospek ke depan
Dengan uji teknis yang telah berjalan dan dukungan regulator, KAI menegaskan akan melanjutkan evaluasi secara bertahap. Keberhasilan transisi bergantung pada hasil uji performa mesin, ketersediaan pasokan biodiesel, dan konsistensi dukungan kebijakan.
KAI menempatkan keselamatan, keandalan, dan efisiensi sebagai prasyarat utama saat memperluas penggunaan B50 untuk mencapai target emisi yang telah ditetapkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wardah Buka Skin Longevity Clinic Pertama ParagonCorp di Asia Tenggara
Wardah meluncurkan Skin Longevity Clinic pertama ParagonCorp di Asia Tenggara (29 Sep–6 Okt 2026), menggabun...
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 & UBS Turun Rp5.000
Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun Rp5.000 per gram pada 3 Oktober 2026; cek daftar harga lengkap per ukura...
Ekspor Indonesia Agustus 2026 Tumbuh 6,72% menjadi USD26,61 Miliar
Ekspor Indonesia Agustus 2026 mencapai USD26,61 miliar, tumbuh 6,72% didorong manufaktur dan ekspor nonmigas...
Produk Indonesia Dilirik Buyer Spanyol, Potensi Transaksi USD2,31 Juta
Atase Perdagangan RI di Madrid catat potensi transaksi USD2,31 juta dari business matching; buyer Spanyol mi...
ISF 2026 Perkuat Kolaborasi Global untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
ISF 2026 digelar 6-7 Oktober di Jakarta untuk memperkuat kolaborasi global dalam pembiayaan, teknologi, dan...
Konsistensi Pasokan Ayam Kunci Kelancaran Operasional Bisnis Kuliner
Konsistensi pasokan ayam — ukuran, potongan, kualitas, dan jadwal pengiriman — menjadi penentu efisiensi dan...