Ekonomi

KAI Layani 6,2 Juta Penumpang Kereta Bandara Jan–Mei 2026

Bagikan:
Kereta bandara KAI di stasiun sebagai ilustrasi penumpang dan layanan kereta bandara 2026

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani 6.201.016 penumpang kereta bandara dan LRT selama periode Januari hingga Mei 2026. Angka ini tercatat dari operasi di Pulau Jawa dan Sumatra, serta beberapa layanan bandara utama yang menunjukkan pertumbuhan signifikan year-on-year.

Rincian per wilayah

Distribusi penumpang menempatkan wilayah Sumatra sebagai kontributor terbesar. Pulau Sumatra melayani 3.682.783 penumpang, sedangkan Pulau Jawa tercatat 2.518.233 penumpang selama periode yang sama.

Wilayah / Layanan Penumpang
Pulau Jawa 2.518.233
Pulau Sumatra 3.682.783
Total 6.201.016

Kinerja layanan bandara utama

Beberapa layanan menunjukkan lonjakan pengguna yang nyata. Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta di Jabodetabek melayani 1.013.574 penumpang, naik 14,78% dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 883.065 orang.

  • KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA): 1.129.627 penumpang (reguler 763.216; ekspres 366.411).
  • Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS): 375.032 penumpang, meningkat 24,90% dari 300.271 tahun sebelumnya.
  • KA Srilelawangsa (Sumatra Utara): 1.775.765 penumpang, dengan rincian Medan–Kualanamu 664.833 dan Medan–Kuala Bingai 1.110.932.
  • LRT Sumsel (Sumatra Selatan): 1.815.017 penumpang.
  • Kereta Api Minangkabau Ekspres (Sumatra Barat): 92.001 penumpang.

Dampak integrasi stasiun dan bandara

KAI menilai konektivitas antara stasiun dan bandara meningkatkan kemudahan perencanaan perjalanan dan kepastian waktu bagi pelanggan. Vice President Corporate Communication KAI menekankan manfaat kenyamanan dan akses yang lebih luas.

"Ketika stasiun terhubung dengan bandara, perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah direncanakan. Kereta api memberi kepastian waktu, memperluas akses, dan membantu pelanggan menjangkau penerbangan dengan lebih nyaman,"

Selain itu, KAI melakukan perluasan jaringan, termasuk perpanjangan relasi KA BIAS menuju Stasiun Caruban. Menurut Executive Vice President Corporate Secretary KAI, integrasi ini membuka akses ke pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, dan pariwisata.

"Bandara dan stasiun adalah dua simpul penting dalam perjalanan masyarakat. Ketika keduanya terhubung, akses menuju pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, dan pariwisata menjadi lebih terbuka. KAI Group memperkuat peran kereta api dan LRT sebagai penghubung mobilitas yang aman, nyaman, dan terintegrasi,"

Prospek ke depan

Dengan pertumbuhan penumpang pada rute-rute strategis, KAI berpeluang melanjutkan ekspansi layanan dan integrasi jaringan. Perkembangan ini juga menjadi dasar perencanaan kapasitas dan peningkatan frekuensi untuk memenuhi lonjakan permintaan perjalanan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait