Anggaran Kemenkeu 2027 Rp49,8 Triliun Disetujui DPR
Kementerian Keuangan mendapatkan pagu indikatif sebesar Rp49,8 triliun untuk tahun 2027 setelah mendapat persetujuan Komisi XI DPR RI pada 15 Juni 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran itu dialokasikan untuk menjalankan mandat pengelolaan keuangan negara dan mendukung prioritas pembangunan nasional.
Rincian dan tujuan anggaran
Anggaran 2027 diarahkan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat layanan publik dan mendorong transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Menkeu menegaskan alokasi itu ditujukan agar Kementerian Keuangan dapat menjalankan fungsinya secara optimal.
"Persetujuan tersebut menjadi dukungan penting bagi Kemenkeu dalam menjalankan mandat pengelolaan keuangan negara serta mendukung pencapaian prioritas nasional,"
Rincian program utama
Pagu indikatif sebesar Rp49,8 triliun digolongkan untuk membiayai lima program utama sebagai berikut:
- Kebijakan Fiskal Sektor Keuangan dan Ekonomi: Rp3633 miliar
- Pengelolaan Penerimaan Negara: Rp1,62 triliun
- Pengelolaan Belanja Negara: Rp14,12 miliar
- Pengelolaan Perbendaharaan Kekayaan Negara dan Risiko: Rp194,68 miliar
- Dukungan Manajemen: Rp47,94 triliun
Alokasi menurut fungsi
Menurut fungsi, pagu anggaran dibagi untuk mendukung layanan publik dan kegiatan prioritas lain. Rinciannya adalah:
- Fungsi Layanan Umum: Rp45,52 triliun
- Fungsi Ekonomi: Rp284,71 miliar
- Fungsi Pendidikan: Rp3,99 triliun
Dukungan terhadap prioritas nasional
Menkeu Purbaya menyatakan Kementerian Keuangan akan menjaga kesehatan fiskal sepanjang 2026 untuk mendukung program prioritas. Beberapa program yang disebut antara lain program sekolah rakyat, pemberantasan penyelundupan, peningkatan layanan kesehatan, dan implementasi biodiesel B50.
Dengan persetujuan Komisi XI, kementerian mendapat kepastian pagu indikatif yang memungkinkan perencanaan lebih terarah. Ke depan, realokasi dan pelaksanaan anggaran akan dipantau untuk memastikan efektivitas dalam mendukung target pembangunan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wardah Buka Skin Longevity Clinic Pertama ParagonCorp di Asia Tenggara
Wardah meluncurkan Skin Longevity Clinic pertama ParagonCorp di Asia Tenggara (29 Sep–6 Okt 2026), menggabun...
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 & UBS Turun Rp5.000
Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun Rp5.000 per gram pada 3 Oktober 2026; cek daftar harga lengkap per ukura...
Ekspor Indonesia Agustus 2026 Tumbuh 6,72% menjadi USD26,61 Miliar
Ekspor Indonesia Agustus 2026 mencapai USD26,61 miliar, tumbuh 6,72% didorong manufaktur dan ekspor nonmigas...
Produk Indonesia Dilirik Buyer Spanyol, Potensi Transaksi USD2,31 Juta
Atase Perdagangan RI di Madrid catat potensi transaksi USD2,31 juta dari business matching; buyer Spanyol mi...
ISF 2026 Perkuat Kolaborasi Global untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
ISF 2026 digelar 6-7 Oktober di Jakarta untuk memperkuat kolaborasi global dalam pembiayaan, teknologi, dan...
Konsistensi Pasokan Ayam Kunci Kelancaran Operasional Bisnis Kuliner
Konsistensi pasokan ayam — ukuran, potongan, kualitas, dan jadwal pengiriman — menjadi penentu efisiensi dan...