Nasional

Jepang Kirim JS Kunisaki dan 350 Personel Bantu Karhutla

Bagikan:
Kapal JS Kunisaki dan helikopter CH-47 dikerahkan untuk bantu pemadaman karhutla

Pemerintah Jepang mengerahkan kapal perang JS Kunisaki, tiga helikopter CH-47, dan sekitar 350 personel Japan Self-Defense Forces (JSDF) untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Pengiriman dilakukan berdasarkan kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) kedua negara. Aksi ini dikerahkan setelah permintaan resmi Indonesia dan keputusan Jepang pada 28 Agustus 2026.

Detail bantuan dan alat yang dikerahkan

Armada udara milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) melakukan misi water bombing menggunakan alat penampung Bambi Bucket. Operasi bertujuan menurunkan intensitas kebakaran di area terdampak.

  • Kapal: JS Kunisaki
  • Helikopter: 3 unit CH-47
  • Personel: Sekitar 350 personel JSDF

Respon diplomatik dan koordinasi operasi

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, memberi apresiasi atas keterlibatan militer Jepang. Ia menilai bantuan tersebut memperlihatkan soliditas hubungan pertahanan kedua negara.

Dukungan Jepang dalam penanganan Karhutla di Indonesia menjadi cerminan bahwa hubungan pertahanan Indonesia-Jepang tidak hanya dibangun melalui dialog dan kerja sama kelembagaan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata ketika dibutuhkan

KBRI Tokyo memantau pergerakan armada sejak keberangkatan kapal pada 30 Agustus 2026. Pada fase operasi, koordinasi intensif antara TNI dan JSDF ditingkatkan untuk kelancaran distribusi logistik dan keselamatan lapangan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan penanganan Karhutla sekaligus meningkatkan kesiapan kedua negara dalam menghadapi bencana di masa datang

Landasan hukum dan jadwal pengerahan

Bantuan ini merupakan implementasi Defense Cooperation Arrangement (DCA) yang ditandatangani pada 4 Mei 2026. Pemerintah Jepang menetapkan keputusan pengerahan pada 28 Agustus 2026 setelah menerima permintaan resmi dari Indonesia.

JS Kunisaki berangkat membawa personel dan peralatan dari pelabuhan Jepang pada 30 Agustus 2026. KBRI Tokyo terus memantau pergerakan armada dan berkoordinasi dengan instansi terkait di lapangan.

Implikasi dan langkah ke depan

Pengiriman bantuan militer-humaniter ini memperkuat hubungan operasional antara TNI dan JSDF. Dukungan tersebut juga menjadi contoh kerja sama bilateral saat respons bencana diperlukan.

Ke depan, pemerintah kedua negara menyatakan akan memantapkan mekanisme koordinasi dan latihan bersama untuk mempercepat respon saat terjadi bencana serupa.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait