Cara Aman Membersihkan Abu Vulkanik di Rumah Setelah Hujan
Abu vulkanik yang jatuh setelah hujan abu perlu dibersihkan dengan hati-hati untuk mencegah partikel beterbangan dan risiko kesehatan. Menurut Rumah Sakit Samsoe Hidajat, abu tersusun dari batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang sangat halus sehingga mudah terhirup. Panduan singkat berikut menjelaskan perlindungan diri, langkah pembersihan, dan siapa yang sebaiknya tidak ikut membersihkan.
Kenali risiko abu vulkanik
Partikel abu yang melayang dapat masuk melalui hidung dan tenggorokan. Partikel sangat kecil bahkan mampu mencapai bagian terdalam paru-paru.
Paparan dapat memicu iritasi hidung, tenggorokan, batuk, dan sesak napas. Abu juga berpotensi memperburuk kondisi asma serta mengiritasi mata dan kulit.
Persiapan dan perlindungan diri
Sebelum membersihkan, kenakan perlindungan yang memadai. Tutup pintu dan jendela agar abu tidak masuk kembali ke dalam rumah.
- Masker N95 atau KN95 untuk melindungi saluran napas.
- Sarung tangan karet atau kain tebal untuk melindungi tangan.
- Kacamata pelindung agar partikel tidak mengiritasi mata.
- Alas kaki tertutup untuk mencegah kontak langsung dengan abu.
Cara membersihkan area dalam rumah
Basahi permukaan terlebih dahulu agar partikel mengendap dan tidak beterbangan. Setelah permukaan cukup basah, lap perlahan dengan kain lembut atau sapu basah.
Untuk perabot dan kendaraan, basahi permukaannya lalu lap secara perlahan agar tidak tergores. Ganti kain saat kotor untuk menghindari penyebaran kembali.
Cara membersihkan area luar rumah dan atap
Untuk halaman dan area luar, lakukan penyiraman bertahap menggunakan selang atau ember. Tujuannya sama: menurunkan debu sehingga tidak beterbangan saat dibersihkan.
Untuk atap dan talang, pembersihan sebaiknya dilakukan bertahap atau diserahkan pada tenaga profesional untuk mengurangi risiko tergelincir dan menyebarnya abu.
Larangan dan pembuangan abu
Hindari penggunaan kipas angin, blower, atau penyedot debu biasa karena alat ini dapat membuat partikel abu kembali tersebar. Jangan membuang abu basah dalam jumlah besar langsung ke saluran pembuangan karena berpotensi menyebabkan penyumbatan.
Siapa yang harus menghindar
Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan sebaiknya tidak ikut membersihkan. Kelompok rentan harus membatasi aktivitas di luar dan memakai perlindungan lengkap jika terpaksa keluar.
Tindakan setelah pembersihan dan tanda bahaya
Setelah selesai membersihkan, mandilah dan ganti pakaian yang terkena abu. Jika udara luar masih berdebu, pastikan pintu dan jendela tetap tertutup.
- Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika muncul sesak napas berat.
- Juga waspadai nyeri dada, batuk berkepanjangan, atau gangguan penglihatan.
Penanganan cepat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih serius.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Tambah SPHP Jagung Pakan 150 Ribu Ton untuk Peternak UMKM
Pemerintah menambah 150.000 ton SPHP jagung pakan untuk peternak UMKM dan minta Bulog perpanjang penyaluran...
Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP untuk Jaga Harga
Pemerintah menambah alokasi beras SPHP medium 1 juta ton untuk menstabilkan harga di musim kemarau dan mempe...
Kodam Jaya Kerahkan 147 Water Tank untuk Bersihkan Debu Vulkanik
Kodam Jaya mengerahkan 147 water tank pada 8 Sept 2026 untuk membersihkan debu vulkanik di ruas jalan DKI Ja...
Operasional Bandara Soekarno-Hatta Belum Pulih Sepenuhnya
Operasional Bandara Soekarno-Hatta belum pulih 100% pascaabu Gunung Anak Krakatau; banyak penerbangan delay...
ISPA di Bandarlampung Meningkat Jadi 716 Kasus
Dinkes Bandarlampung melaporkan kasus ISPA naik dari 527 (4 Sept) menjadi 716 kasus (7 Sept 2026), masih did...
DPR Tekankan Kepentingan Nasional dalam Standar Sawit Berkelanjutan
DPR minta standar sawit berkelanjutan prioritaskan kepentingan nasional, daya saing, dan perlindungan petani...