Kerusakan Lantai Jembatan Panton Labu Ditangani Bina Marga
Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR menangani kerusakan lokal pada lantai Jembatan Panton Labu di KM 328, Kabupaten Aceh Utara. Laporan diterima Senin, 22 Juni, dan perbaikan darurat sudah dilaksanakan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan serta kelancaran distribusi barang.
Kerusakan dan kondisi struktur
Berdasarkan laporan yang diterima Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Dr. Safrizal ZA, kerusakan muncul di area expansion joint lantai jembatan akibat beton yang mengalami keropos. Luasan bagian terdampak sekitar 0,7 meter x 2,7 meter. Meski demikian, pemeriksaan awal menyimpulkan struktur utama jembatan masih aman.
"Saya menerima laporan dari Dirjen Bina Marga bahwa telah terjadi kerusakan lokal pada bagian lantai segmental jembatan akibat beton yang mengalami keropos di area expansion joint. Saat ini penanganan sudah dilakukan oleh tim teknis Bina Marga," kata Safrizal.
| Spesifikasi | Nilai |
|---|---|
| Tipe jembatan | RBA |
| Tahun pembangunan | 1992 |
| Panjang bentang | 93 meter |
| Lebar | 9,1 meter |
| Luasan kerusakan | 0,7 m x 2,7 m |
Penanganan teknis
Direktorat Jenderal Bina Marga segera menurunkan tim teknis untuk asesmen lapangan dan perbaikan. Langkah awal adalah penanganan darurat menggunakan metode beton fast track agar pengerjaan lebih cepat dan gangguan lalu lintas dapat diminimalkan.
"Tim telah melakukan asesmen lapangan dan segera melaksanakan penanganan darurat menggunakan metode beton fast track agar perbaikan dapat dilakukan lebih cepat serta meminimalkan gangguan terhadap lalu lintas," ujar Direktur Jenderal Bina Marga, Ir. Roy Rizali Anwar, S.T., M.T.
Dampak bagi pengguna dan imbauan
Pemerintah memastikan fungsi utama jembatan tidak terganggu sehingga arus lalu lintas masih dapat berjalan. Namun, pelaksanaan perbaikan dapat memicu pengaturan lalu lintas sementara untuk keselamatan pengguna.
Salah satu pejabat PRR Aceh menekankan pentingnya percepatan penanganan karena Jembatan Panton Labu menjadi simpul transportasi vital bagi mobilitas warga dan distribusi logistik di pantai utara Aceh.
"Kami mengapresiasi langkah cepat Bina Marga. Yang terpenting saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga agar aktivitas ekonomi dan distribusi barang tetap berjalan dengan baik," kata Safrizal.
Konteks dan tindak lanjut
Pemerintah akan terus memantau proses perbaikan hingga pekerjaan selesai dan jembatan beroperasi optimal kembali. Masyarakat diimbau menaati pengaturan lalu lintas yang diberlakukan selama pekerjaan berlangsung untuk keselamatan bersama.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...