Aceh Besar Dukung Pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih
Kota Jantho — Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. Syukri A Jalil, menyambut rencana pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan dasar. Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti vidcon launching proyek oleh Presiden Prabowo Subianto di Gampong Atong, Kecamatan Montasik, Kamis (13/8).
Dorongan aksesibilitas dan ekonomi lokal
Syukri menilai program jembatan memiliki fungsi strategis sebagai penghubung antarkawasan. Menurutnya, jembatan mempermudah mobilitas warga dan memperlancar distribusi komoditas seperti hasil pertanian dan perkebunan.
Dengan akses yang lebih mudah, ia menjelaskan, aktivitas ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan sosial di daerah terpencil akan terdorong.
"Kami menyambut baik rencana pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih ini. Pembangunan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menyentuh langsung kebutuhan dasar dan aksesibilitas warga," kata Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. Syukri A Jalil.
Prioritas ketersediaan air bersih
Selain jembatan, Syukri menekankan pentingnya penyediaan titik air bersih. Ia menyebut akses air bersih sebagai kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
Syukri berharap titik air bersih diprioritaskan pada wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses, sehingga manfaat program dapat dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.
Komitmen pemerintah daerah
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyatakan siap mendukung pelaksanaan program melalui koordinasi dengan pihak terkait. Syukri menegaskan bahwa efektivitas, ketepatan sasaran, serta keberlanjutan pemeliharaan menjadi fokus agar investasi infrastruktur memberi manfaat jangka panjang.
"Kita ingin setiap pembangunan yang hadir di Aceh Besar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, koordinasi, pengawasan dan pemeliharaan setelah pembangunan juga menjadi hal yang penting," pungkasnya.
Prospek dan implikasi
Jika terlaksana sesuai rencana, proyek ini dapat mempersempit kesenjangan layanan dasar antarwilayah. Selain itu, integrasi jembatan dan titik air bersih berpotensi meningkatkan produktivitas ekonomi lokal dan kondisi kesehatan masyarakat.
Pemerintah daerah kini menghadapi tugas memastikan lokasi prioritas terdata dengan baik dan pengelolaan pasca-pembangunan berjalan berkelanjutan, agar manfaat program tidak hanya sementara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Hakim Vonis 10 Tahun untuk Dua Kurir Ganja 20 Kg
PN Medan memvonis dua kurir ganja 20 kg dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 140 ha...
Forkopimcam Blang Bintang Pasang Bendera Sambut HUT RI ke-81
Forkopimcam Blang Bintang menggelar gotong royong dan memasang bendera Merah Putih di Bundaran Blang Bintang...
TMMD Ke-129 di Batubara Tuntas, Tembok 1 Km Selesai
TMMD Ke-129 di Desa Kapal Merah, Batubara, ditutup 13 Agustus 2026 dengan capaian tembok 1 km dan program no...
Patchtastic Day 2026: Salonpas Ajak Perempuan Jaga Kesehatan Fisik dan Mental
Salonpas gelar Patchtastic Day 2026 dengan gerakan #ShareTheComfort untuk dorong perempuan jaga kesehatan fi...
PDI Perjuangan Gelar Peletakan Batu Pertama Kantor DPC di Samosir
PDI Perjuangan akan meletakkan batu pertama Kantor DPC Samosir pada 15 Agustus 2026 sebagai upaya memperkuat...
Eks Kades Serapuh Asli Divonis 2,5 Tahun atas Korupsi Dana Desa
Eks Kades Serapuh Asli, Nazrul Hapis, divonis 2 tahun 6 bulan dan diwajibkan mengganti kerugian negara Rp387...