Jejak Bung Karno di Sidoarjo Diusulkan Jadi Cagar Budaya
SIDOARJO — Sejumlah sejarawan dan pegiat sejarah mengusulkan penetapan jejak masa kecil Ir Soekarno di Kabupaten Sidoarjo sebagai cagar budaya. Temuan ini dipaparkan dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar DPC PDI Perjuangan Sidoarjo pada Minggu, 21 Juni 2026.
Usulan didasarkan pada literatur sejarah, bukti fisik, dan kesaksian yang menunjukkan Soekarno pernah tinggal serta bersekolah di wilayah itu sekitar tahun 1907. Targetnya, penetapan lokasi bersejarah menjadi alat edukasi bagi generasi muda dan penguatan identitas daerah.
Kajian dan hasil FGD
FGD menghadirkan sejarawan, pegiat komunitas sejarah, serta perwakilan legislatif. Diskusi fokus pada verifikasi bukti dan langkah administratif untuk mengusulkan situs terkait Bung Karno menjadi cagar budaya daerah.
Hari Yulianto, Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo dan anggota DPRD Jawa Timur, menyatakan pihaknya akan mengawal proses legislasi bersama fraksi di DPRD Kabupaten Sidoarjo.
"Kami sedang memperkuat bukti-bukti agar tempat sekolah maupun tempat tinggal beliau di Sidoarjo dapat diproses menjadi cagar budaya. Langkah ini akan kami kawal bersama fraksi di DPRD Kabupaten Sidoarjo."
Bukti fisik dan kesaksian
Sejarawan Sidoarjo dan Ketua Komunitas Sidoarjo Masa Kuno, Sudi Harjanto, menyebut beberapa sumber mendukung dugaan tersebut. Salah satu bukti fisik yang menjadi sorotan adalah bangunan yang kini berfungsi sebagai SDN Pucang II, diduga merupakan bekas Sekolah Ongkoloro Pucang tempat Soekarno bersekolah.
"Bukti fisik pendukung salah satunya memang SDN Pucang II. Kemudian diperkuat riwayat perpindahan ayah Bung Karno dari Ploso ke Sidoarjo lalu ke Mojokerto. Secara literasi sangat kuat. Selain itu ada kesaksian Mr Klasen yang merupakan kesaksian sejaman, ditambah cerita tutur masyarakat di sekitar lokasi yang hingga kini masih menyebut Bung Karno pernah sekolah dan tinggal di Sidoarjo,"
Selain arsip tertulis, cerita lisan warga setempat dan catatan perpindahan keluarga menjadi penguat klaim sejarah tersebut.
Kunjungan resmi Soekarno ke Sidoarjo
Forum juga menampilkan dokumentasi kunjungan Soekarno sebagai presiden. Salah satu catatan penting adalah peresmian pabrik tekstil Ratatex di Balongbendo, Sidoarjo, pada 17 Mei 1958. Momen ini dianggap bagian dari sejarah perkembangan industri setempat meski pabrik kini tidak beroperasi.
Arah penetapan cagar budaya dan manfaat
Para peserta FGD berharap semua temuan dapat menjadi dasar pengajuan cagar budaya ke pemerintah daerah. Tujuannya dua arah: melindungi situs bersejarah dan menjadikannya sarana edukasi sejarah lokal.
Jika proses penetapan berjalan, pihak penyelenggara berharap lokasi-lokasi terkait dapat dijadikan rujukan pembelajaran bagi siswa dan publik, sekaligus memperkuat identitas budaya Sidoarjo.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Novita Hardini: Jangan Andalkan Tambah Layar Bioskop
Novita Hardini minta pemerintah perkuat ekosistem perfilman dan regulasi, jangan hanya menambah layar biosko...
Novita: Perkuat Ekosistem Perfilman, Jangan Hanya Tambah Layar
Novita Hardini minta pemerintah perkuat ekosistem perfilman, jangan hanya menambah layar bioskop; butuh regu...
PDI Perjuangan Tulungagung Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis
DPC PDI Perjuangan Tulungagung menggelar pemeriksaan kesehatan gratis pada 21 Juni 2026, memberi layanan cek...
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro Gelar Haul Bung Karno dan Khatam Al-Qur'an
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro menggelar haul Bung Karno dengan tahlil, doa, khatam Al-Qur'an, dan program so...
Petani Trenggalek Rayakan Hari Krida Pertanian ke-54 di Agropark
Petani Trenggalek menggelar tirakatan Hari Krida Pertanian ke-54 di Agropark, merayakan panen, tradisi, dan...
Silpa APBD Jember Rp648,2 miliar, PDIP Minta Perbaikan Perencanaan
PDIP soroti Silpa APBD 2025 Rp648,2 miliar; minta perbaikan perencanaan dan realisasi anggaran agar pembangu...