Nasional

Jamu Diakui Dunia, Kepala BPOM Soroti Kekayaan dan Potensi Ekonomi

Bagikan:
Kepala BPOM Taruna Ikrar berbicara tentang pengakuan jamu sebagai warisan budaya takbenda

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan jamu telah diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh dunia, Sabtu 7 Juni 2026 di Jakarta. Pernyataan itu disampaikan pada puncak Pekan Hari Jamu Nasional yang diisi fun run dan fun walk, sebagai bukti pengakuan internasional terhadap kekayaan hayati Indonesia.

Pengakuan UNESCO dan maknanya

Taruna menegaskan pengakuan UNESCO menunjukkan dunia mengakui nilai budaya dan ilmu pengetahuan tradisional Indonesia. Pengakuan ini dianggap sebagai penguat posisi jamu sebagai bagian dari intangible cultural heritage yang bernilai global.

Jamu merupakan kekayaan takbenda dan itu merupakan pengakuan dunia terhadap kita,

Data kekayaan hayati dan izin edar

BPOM mencatat Indonesia memiliki sekitar 31 ribu jenis tumbuhan yang menjadi kekayaan hayati nasional. Selain itu tercatat sekitar 22 ribu nomor izin edar terkait obat asli Indonesia. Taruna menyebut angka tersebut menunjukkan skala potensi yang besar.

Sosialisasi gaya hidup sehat dan generasi muda

Acara Pekan Hari Jamu Nasional juga dimanfaatkan untuk mengampanyekan pola hidup sehat melalui olahraga dan konsumsi jamu. Taruna berharap generasi muda tidak melupakan warisan budaya ini dan terus diberi edukasi mengenai manfaat jamu.

Kita juga ingin mensosialisasikan cara hidup sehat dengan lari, jalan, dan olahraga. Dengan jamu, ditambah olahraga, maka hidup ini semakin sehat,

Potensi ekonomi dan dukungan untuk UMKM

Taruna menilai potensi ekonomi jamu sangat besar jika dikelola baik. Ia menyebut nilai ekonomi tahunan bisa mencapai sekitar Rp350 triliun bila produksi, inovasi, dan pemasaran ditingkatkan.

BPOM menjalankan program Sapa Jamu dan Sapa UMKM untuk mendukung pelaku usaha kecil. Program ini termasuk bagian proyek strategis pemerintah untuk membantu UMKM naik kelas lewat inovasi dan pemanfaatan teknologi digital.

  • Sapa Jamu — pendampingan produk jamu
  • Sapa UMKM — dukungan peningkatan kapasitas dan pemasaran

Peran penjual tradisional dan diversifikasi produk

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Jony Yuwono mengajak semua pihak melestarikan jamu dan mendukung penjual jamu gendong. Menurutnya, penjual tradisional memegang peran penting dalam menjaga identitas budaya.

Mereka bukan hanya sebagai penjaja minuman. Mereka juga merupakan penjaga identitas bangsa yang harus terus kita dukung,

Jony mendorong diversifikasi kemasan dan bentuk jamu, misalnya saset, tablet, hingga pemanfaatan sebagai bahan kosmetik, agar jamu lebih mudah diterima konsumen modern dan menjangkau pasar lebih luas.

Dengan pengakuan internasional, dukungan regulasi, dan inovasi produk, jamu berpeluang menjadi identitas kesehatan Indonesia di kancah global dan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi pelaku UMKM.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait