Lubang di Jalinsum Aek Kanopan Dibiarkan Seminggu, Warga Geram
Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara — Warga setempat mengeluhkan pengerjaan pemeliharaan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ruas Aek Kanopan menuju Gunting Saga yang sudah terhenti selama satu minggu, meninggalkan lubang bekas pengikisan aspal (cutting) tanpa penambalan. Kondisi itu dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan memicu kemacetan di jalur antarprovinsi.
Kondisi jalan dan ancaman keselamatan
Pantauan Senin (8/6) menunjukkan beberapa titik kerukan aspal menyisakan lubang tajam dan cukup dalam. Penerangan di lokasi minim, sehingga bahaya terbesar mengancam pengendara roda dua yang melintas pada malam hari.
Warga menilai pembiaran lubang tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan jika tidak segera ditangani.
"Kami minta dengan sangat kepada pihak BBPJN agar pengerjaan jalan ini segera dan cepat dirampungkan. Tolong aspalnya dikembalikan mulus seperti semula supaya tidak ada lagi kecelakaan yang terjadi di sini. Jangan tunggu jatuh korban baru sibuk memperbaiki."
Dampak terhadap arus lalu lintas dan ekonomi
Akibat banyaknya lubang tajam, kendaraan besar pengangkut logistik terpaksa melambat untuk menghindari kerusakan ban atau sasis. Perlambatan ini memicu antrean panjang dan kemacetan berulang di sepanjang ruas Aek Kanopan – Gunting Saga.
Gangguan arus lalu lintas itu mulai mengganggu mobilitas warga dan distribusi barang antarwilayah Sumatera, sehingga berdampak pada aspek ekonomi lokal.
Tuntutan warga dan langkah yang diminta
Warga dan pengguna jalan mendesak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara serta kontraktor pelaksana segera melakukan penambalan dengan aspal panas (hotmix) dan mengintensifkan pengawasan proyek.
Mereka meminta penanganan yang cepat dan terkoordinasi agar kondisi jalan kembali aman dan lancar, serta mencegah potensi korban jiwa.
Prospek perbaikan dan konsekuensi jika diabaikan
Jika perbaikan tidak segera dieksekusi, ancaman keselamatan dan kemacetan akan berlanjut. Penundaan juga berpotensi memperbesar biaya perbaikan di kemudian hari dan memperlambat distribusi barang penting.
Warga berharap instansi terkait memberi kepastian waktu perbaikan agar akses transportasi di kawasan tersebut kembali normal dan aman untuk seluruh pengguna jalan.
Berita Terkait
Pasutri di Deliserdang Tewas Diduga Ditabrak Angkot
Pasutri di Tanjung Morawa tewas diduga ditabrak angkot saat berkendara motor, Senin 8 Juni; meninggalkan dua...
Jaksa Tuntut M. Eslo Simanjuntak 3 Tahun Penjara Kasus Penyewaan Lahan PTPN IV
Jaksa tuntut M. Eslo Simanjuntak 3 tahun penjara dan wajib bayar Rp1 miliar atas kasus penguasaan lahan PTPN...
Jembatan Sementara di Lawe Penanggalan Rusak, Pengguna Jalan Khawatir
Lantai jembatan sementara di Lawe Penanggalan, Aceh Tenggara, mulai keropos dan terlepas, membahayakan pengg...
Perbaikan 58 Huntara di Aceh Utara Ditarget Selesai 7 Hari
Satgas rehabilitasi tinjau 58 Huntara rusak di Aceh Utara; perbaikan ditarget rampung dalam 7 hari serta dis...
Disdikbud Medan Gelar Pembinaan Sekolah Ramah Anak SMP 2026
Disdikbud Medan menggelar Pembinaan Sekolah Ramah Anak SMP 2026 selama dua hari diikuti 175 guru BK untuk me...
O2SN SD Medan 2026: 276 Siswa Bertanding, Juara Lanjut Seleksi Provinsi
Disdikbud Kota Medan menggelar O2SN SD 3–4 Juni 2026; 276 siswa bertanding di beberapa venue, juara lanjut s...