Menbud Dukung Penguatan Perfilman lewat Jakarta World Cinema
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dukungan Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui Jakarta World Cinema. Pernyataan itu disampaikan saat pertemuan dengan penyelenggara JWC pada Rabu, 27 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya membuka kolaborasi antara talenta muda dan sineas senior agar regenerasi industri film lebih kuat.
Dukungan konkret dari kementerian
Fadli menekankan pentingnya membuka ruang bagi talenta daerah untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman di festival berskala internasional. Ia menilai program seperti JWC menjadi media strategis untuk memfasilitasi transfer pengetahuan dan jejaring.
Kita berharap talenta-talenta muda dari berbagai daerah mendapatkan kesempatan berkembang. Dan bisa melihat festival film besar dunia seperti Cannes,
Agenda Jakarta World Cinema 2026
Jakarta World Cinema tahun ini dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026. Penyelenggara merencanakan serangkaian agenda perfilman yang dirancang untuk merangkul pelaku industri dari berbagai jenjang.
- Pemutaran film pemenang kompetisi dan film pilihan
- Pemberian penghargaan untuk film, aktor, aktris, dan sineas berkontribusi
- Sesi masterclass bersama sutradara dan pelaku industri
Penguatan penulisan skenario dan pembiayaan
Fadli menyoroti bahwa penguatan ekosistem tidak hanya soal panggung apresiasi, tetapi juga ketersediaan naskah berkualitas dan akses pembiayaan produksi. Kementerian telah menyelenggarakan lomba penulisan skenario yang dinilai perlu diperkuat agar karya siap dipasarkan.
Skenario terbaik nantinya dapat diberikan matching fund. Agar bisa diproduksi menjadi film,
Dalam pertemuan dibahas pula skema pembiayaan melalui mekanisme matching fund Dana Indonesiaraya. Skema ini memungkinkan pembiayaan produksi dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah dan industri.
Pembinaan berkelanjutan dan regenerasi
Director of Public Affairs Jakarta World Cinema, Razka Robby Ertanto, menyatakan pihaknya menerapkan pola pembinaan berkelanjutan. Program ini ditujukan untuk pemenang kompetisi film pendek agar mereka dapat mengembangkan proyek menjadi film panjang dan membangun karier jangka panjang.
Menurut Razka, program tidak hanya berorientasi pada hadiah, tetapi juga membuka peluang nyata bagi talenta baru dan memperkuat jalur regenerasi sineas di Indonesia.
Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmen melanjutkan penguatan lewat pengembangan talenta, pembiayaan produksi, distribusi, dan perluasan jejaring internasional untuk meningkatkan daya saing perfilman Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Kaji Pelarangan Vape Jika Dipakai untuk Narkoba
Pemerintah hanya mengkaji pelarangan vape yang dipakai untuk narkoba; DPR mendukung, keputusan menunggu hasi...
Pameran Foto 'Belajar Tanpa Batas' Perkuat Literasi Sekolah Rakyat
Pameran foto "Belajar Tanpa Batas" (21–25 Juli 2026, TIM) memaparkan peran Sekolah Rakyat dan fotografi untu...
Pertagas Ajak 25 Siswa Jelajahi Ikon Jakarta di Hari Anak Nasional
Pertagas menggelar Jakarta Discovery Day pada 23 Juli 2026, membawa 25 siswa SD keliling ikon Jakarta untuk...
Purbaya: Pemerintah Kecualikan Empat Negara dari Aturan DHE SDA
Purbaya menyebut empat negara dikecualikan dari kewajiban DHE SDA karena perjanjian bilateral dan investasi...
P2MI Gandeng Kemenkum dan Kemen PPPA Perkuat Perlindungan PMI
P2MI bekerja sama dengan Kemenkum dan Kemen PPPA untuk memperkuat perlindungan pekerja migran dari hulu samp...
PERSAGI: Standar Bahan Baku Kunci Keberhasilan Program MBG
PERSAGI minta BGN perkuat standar bahan baku MBG untuk memastikan kecukupan gizi bagi bumil, busui, balita,...