Lokal

Sumut Tawarkan Investasi ke UEA: Pendidikan, Pelabuhan, hingga Semikonduktor

Bagikan:
Gubernur Sumut bertemu Duta Besar UEA di Medan untuk membahas peluang investasi

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menawarkan peluang investasi dan kerja sama strategis kepada Uni Emirat Arab (UEA) pada pertemuan dengan Duta Besar UEA Abdulla Salem Aldhaheri di Rumah Dinas Gubernur, Medan, Rabu (28/10). Tawaran meliputi sektor pendidikan, pengembangan pelabuhan, dan rencana kawasan industri semikonduktor, namun masih bersifat penjajakan tanpa keputusan sektor prioritas.

Penawaran awal dan tujuan pertemuan

Pertemuan ini dimaksudkan membuka dialog investasi antara pemerintah provinsi dan perwakilan UEA. Bobby menekankan niat untuk mencari mitra yang dapat membantu percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Sumut.

Fokus pada pendidikan unggulan

Bobby menyatakan bahwa pemerataan mutu pendidikan menjadi salah satu prioritas Pemprov. Ia berharap ada kemitraan antara sekolah unggulan di Sumut dengan institusi atau pihak dari UEA untuk pengayaan kurikulum dan penyediaan tenaga terampil.

"Kami berharap salah satu SMA atau SMK unggulan di Sumut dapat bekerja sama langsung dengan UEA. Kerja sama ini mungkin bisa mencakup penyesuaian materi pembelajaran, pengenalan tentang UEA, serta penyediaan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri di Indonesia maupun di kawasan Arab," kata Bobby.

Potensi pelabuhan dan industri semikonduktor

Bobby menguraikan potensi strategis Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung yang terletak di jalur Selat Malaka. Posisi ini dianggap membuka peluang kerja sama pengembangan infrastruktur pelabuhan beserta aktivitas ekonomi pendukungnya.

Selain itu, rencana pembangunan kawasan industri semikonduktor mendapat sorotan karena dianggap relevan dengan kebutuhan investasi bernilai tambah. Pemprov juga berencana menyiapkan SDM sesuai kebutuhan industri tersebut.

Prioritas pembangunan dan langkah selanjutnya

Pemprov Sumut menyebut beberapa fokus pembangunan yang menjadi basis penjajakan kerja sama:

  • Infrastruktur
  • Pertanian dan ketahanan pangan
  • Pendidikan (pemerataan mutu dan pengembangan sekolah unggulan)
  • Kesehatan
  • Pengembangan kawasan

Menanggapi tawaran itu, Duta Besar Abdulla Salem Aldhaheri menyambut baik dan mengusulkan pertemuan lanjutan untuk menyepakati prioritas kerja sama agar bisa segera ditindaklanjuti.

"Agar kita bisa bergerak lebih fokus, menurut saya, perlu ada duduk bersama lebih lanjut, dan menyepakati setidaknya tiga bidang prioritas utama yang sangat penting," ujar Abdulla.

Pertemuan berikutnya akan menentukan sektor prioritas yang dianggap paling strategis dan memungkinkan direalisasikan dalam jangka menengah. Hingga saat ini, pembicaraan masih bersifat inisiasi tanpa komitmen final.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait