Komisi VII Minta Kementerian UMKM Integrasikan Ekosistem UMKM
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, meminta Kementerian UMKM berperan sebagai pengarah dan pengintegrasi seluruh ekosistem UMKM. Permintaan itu disampaikan saat rapat kerja dengan mitra kerja Komisi VII di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026. Evita menilai program dan anggaran UMKM yang tersebar belum menjawab masalah mendasar yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Permintaan integrasi ekosistem
Evita menggarisbawahi perlunya peran sentral kementerian untuk menyatukan program-program UMKM yang ada di tingkat pusat dan daerah. Ia menilai ketidakterpaduan menyebabkan dukungan kepada pelaku UMKM tidak efektif. Integrasi diharapkan memperjelas alur program dan meningkatkan dampak bagi usaha mikro dan kecil.
“Dari apa yang disampaikan tadi, intinya kalau saya lihat ya Kementerian UMKM ini harus mengambil peran sebagai pengarah. Selain itu juga sebagai pengintegrasi seluruh ekosistem daripada UMKM,”
Kendala yang masih dihadapi UMKM
Dalam rapat, Evita menyebut sejumlah kendala utama yang masih sering dikeluhkan pelaku UMKM. Masalah tersebut berkaitan dengan proses legalitas, adaptasi teknologi, akses pasar, serta pembiayaan. Menurutnya, penyebaran program dan anggaran yang tidak terkoordinasi membuat UMKM tetap kesulitan mengatasi kendala ini.
- Legalitas: Sulitnya pengurusan izin dan dokumen usaha.
- Teknologi: Rendahnya adopsi digital dan pelatihan yang terbatas.
- Akses pasar: Terbatasnya saluran pemasaran yang berkelanjutan.
- Pembiayaan: Kesulitan mendapatkan modal dengan syarat yang wajar.
“Jangan sampai programnya banyak sebagaimana yang tadi disampaikan, tersebar, anggaran juga tersebar tapi pelaku UMKM kita tetap kesulitan. Di dalam memperoleh legalitas, adaptasi terhadap teknologi, akses pasar, dan akses pembiayaan,”
Ukuran keberhasilan yang diusulkan
Evita menekankan bahwa keberhasilan kementerian tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan. Menurutnya, tolok ukur yang lebih relevan adalah meningkatnya produktivitas dan kemandirian UMKM. Ia menilai kementerian sebaiknya fokus pada indikator nyata seperti kemampuan UMKM untuk naik kelas dan bersaing di pasar.
“Menurut saya sih Pak Menteri, ukuran keberhasilan dari satu kementerian itu bukan banyaknya kegiatan ya. Melainkan semakin banyaknya UMKM kita yang produktif, mandiri, tentunya berdaya saing, dan benar-benar bisa naik kelas,”
Implikasi dan langkah ke depan
Permintaan integrasi ini membuka tekanan agar kementerian menyusun strategi koordinasi antar lembaga dan daerah. Ke depan, implementasi yang lebih terstandardisasi dan terukur akan menjadi kunci untuk mengatasi hambatan yang diidentifikasi. Para pemangku kepentingan diharapkan mengikuti rekomendasi agar dukungan bagi UMKM lebih tepat sasaran.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...