Kemenperin: Insiden PT MCCI Tak Ganggu Pasokan PTA
Kementerian Perindustrian memastikan insiden pada pipa produksi di PT Merak Chemical Indonesia (PT MCCI) tidak mengganggu pasokan Purified Terephthalic Acid (PTA) nasional. Kejadian berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 14.30 WIB di Pabrik 1, namun Kemenperin menyatakan pasokan tetap terjaga melalui pengoperasian Pabrik 2.
Kronologi singkat kejadian
Berdasarkan laporan perusahaan, pecahnya pipa outlet reaktor menuju fasilitas crystalizer terjadi tiba-tiba meski temperatur dan tekanan tercatat normal. Operator lantas menjalankan sistem emergency shutdown untuk menghentikan operasi.
Akibatnya, terjadi pembentukan uap air dan ceceran material PTA di area pabrik. Area terdampak langsung ditangani tim tanggap darurat perusahaan untuk pembersihan cepat.
Penanganan dan kondisi pekerja
Kemenperin mengerahkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) untuk memantau proses penanganan di lokasi. Dua pekerja yang sedang patroli dilaporkan luka dan mendapat perawatan medis di rumah sakit. Kondisi keduanya kini dilaporkan stabil.
Hasil pemantauan awal menunjukkan tidak ada kandungan gas berbahaya di udara sekitar. Kadar oksigen juga tercatat normal pada level 21 persen.
Tindakan perusahaan dan koordinasi
Perusahaan bersama pihak berwenang melakukan langkah-langkah berikut:
- Menutup sementara fasilitas terdampak dan memasang garis pengamanan oleh kepolisian.
- Membuka posko kesehatan bagi masyarakat sekitar.
- Membentuk tim investigasi internal bersama vendor pipa asal Jepang dan pihak terkait.
- Melanjutkan pemantauan lingkungan serta penelusuran sumber bau yang dilaporkan warga.
"Kementerian Perindustrian telah berkoordinasi secara intensif dengan manajemen perusahaan dan pihak terkait. Guna memastikan penanganan berjalan cepat, tepat, dan sesuai prosedur keselamatan industri," ujar Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Dampak pada pasokan PTA
Meski Pabrik 1 terdampak, PT MCCI memiliki dua fasilitas produksi dengan total kapasitas 700.000 ton per tahun. Perusahaan menyatakan akan mengoperasikan Pabrik 2 untuk menjaga kontinuitas pasokan bahan baku industri tekstil domestik.
"Perusahaan telah menyampaikan rencana pengoperasian Pabrik 2 untuk menjaga kontinuitas pasokan PTA nasional," kata Febri.
Langkah investigasi dan prospek ke depan
Area kejadian masih dalam proses investigasi teknis. Kepolisian memasang garis pengamanan untuk mendukung pemeriksaan. Pemerintah dan perusahaan menegaskan prioritas pada keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan pemulihan operasional.
Kementerian Perindustrian akan terus mendampingi proses investigasi dan upaya perbaikan agar akar penyebab cepat diketahui dan risiko serupa dapat dicegah di masa mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...