Bobby Nasution Beri Insentif untuk Kepala Desa Lulus Pelatihan Basarnas
Medan – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengumumkan pemberian insentif tambahan kepada kepala desa yang dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Pengumuman itu disampaikan saat membuka pelatihan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Selasa (9/6).
Tujuan kebijakan
Kebijakan ini dibuat untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana hingga tingkat desa. Bobby menilai peningkatan kapasitas aparatur desa penting menyusul serangkaian bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor pada akhir 2025, yang menimbulkan dampak luas di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Alasan dan bukti lapangan
Bobby mengutip pengalaman kunjungannya ke Kabupaten Tapanuli Selatan, yang terdampak parah pada akhir 2025. Meski lebih dari separuh wilayah mengalami kerusakan, daerah itu tidak mencatat korban jiwa. Menurutnya, kemampuan aparat desa menjadi pembeda saat penanganan darurat.
Kita akan beri insentif kepada Kepala Desa yang dinyatakan lulus dan bersertifikat (Pertolongan di Permukaan Air Basarnas). Bila kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana, kita harus bisa paling tidak menyelamatkan jiwa,
Lebih setengah daerah mereka dihantam banjir dan longsor, tetapi tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka. Daerah lain yang berdekatan banyak warganya yang meninggal dunia. Saat saya tanya Kepala Desanya mengatakan dia pernah mengikuti pelatihan Basarnas dan menerapkannya saat terjadi bencana,
Peran Basarnas dan kebutuhan personel
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menekankan bahwa penanganan kedaruratan tidak bisa dilakukan Basarnas sendirian. Ia menyebut keterbatasan jumlah personel sebagai alasan perlunya kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perangkat desa.
Kami sadar kami tidak bisa bekerja sendiri. Personel kami hanya 6.500, sedangkan kebutuhannya 29.000 untuk seluruh Indonesia,
Oleh karena itu kami terus bersinergi ke kementerian, lembaga dan juga seperti saat ini perangkat desa. Mereka ujung tombak kita dalam kondisi darurat,
Dampak dan langkah selanjutnya
Pemberian insentif diharapkan mendorong lebih banyak kepala desa mengikuti pelatihan Basarnas dan menerapkan prosedur penanganan darurat di wilayahnya. Langkah ini juga memperkuat jejaring respons bencana sejak tingkat terendah pemerintahan.
Dengan strategi ini, pemerintah provinsi menempatkan prioritas pada penyelamatan jiwa dan pengurangan risiko melalui peningkatan kapasitas lokal. Ke depan, efektivitas kebijakan akan bergantung pada cakupan pelatihan dan kesinambungan dukungan bagi perangkat desa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polres Pematangsiantar Amankan Distribusi BBM di SPBU, Stok Terpantau Cukup
Polres Pematangsiantar mengamankan distribusi BBM di SPBU pada 25 Juli 2026; pantauan menunjukkan antrean te...
14 Dai dan Daiyah Angkatan XII ADI Aceh Dikukuhkan
ADI Aceh kukuhkan 14 dai dan daiyah Angkatan XII pada 26 Juli 2026; 12 meraih Cumlaude dan lulusan akan mela...
Wagub Aceh Dek Fadh Takziah ke Rumah Duka Hj. Nurasyiah di Pidie
Wagub Aceh Fadhlullah bersama istri takziah ke rumah duka Hj. Nurasyiah di Pidie pada seunujoh hari ketujuh,...
GANNAS Minta Regulasi Daerah Diperkuat untuk Tekan Narkoba di Sumut
Ketua DPW GANNAS Sumut minta regulasi daerah diperkuat untuk tekan peredaran narkoba, termasuk edukasi sejak...
Polisi Tapanuli Tengah Tangkap Pelaku Curanmor Saat Akan Jual Motor
Satreskrim Polres Tapanuli Tengah menangkap AS (20) yang diduga hendak menjual motor curian, setelah motor H...
Polrestabes Medan Tangkap Mahasiswa Pengedar Vape Getar
Polrestabes Medan menangkap mahasiswa MZ (21) dan menyita 488 bungkus Vape Getar merek Squid Game setelah me...