Nasional

Yusril: Inovasi dan Integritas Bentuk Generasi Indonesia Mendunia

Bagikan:
Yusril Ihza Mahendra memberikan pidato kunci pada seminar wisuda Universitas Terbuka 2026

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menekankan pentingnya inovasi, integritas, dan semangat belajar sepanjang hayat untuk mencetak generasi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. Pernyataan itu disampaikan pada pidato kunci Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026, Kamis, 30 Juli 2026.

Pesan utama: gelar bukan akhir

Yusril mengajak para calon wisudawan memandang wisuda sebagai titik awal proses pembelajaran. Menurutnya, gelar akademik hanya menjadi bekal untuk terus mengembangkan kompetensi menghadapi perubahan zaman.

Ia juga memberi contoh pengalaman pribadinya untuk menegaskan bahwa keterbatasan bukan penghalang meraih pendidikan tinggi. Selain itu, Yusril mengapresiasi mahasiswa Universitas Terbuka yang menuntaskan studi sambil menjalani tanggung jawab lain seperti bekerja, merawat keluarga, dan mengabdi pada masyarakat.

Teknologi, AI, dan peran manusia

Dalam pidatonya Yusril membahas dampak kemajuan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI). Ia menilai teknologi mengubah cara bekerja dan pengambilan keputusan, namun tidak bisa menggantikan peran manusia yang berkarakter dan berpikir kritis.

"Manusia yang memiliki karakter, etika dan kemampuan berpikir kritis,"

Yusril menegaskan bahwa teknologi adalah alat bantu, sementara nilai kemanusiaan serta pemahaman konteks tetap menjadi keunggulan manusia.

Belajar dari banyak sumber tanpa kehilangan jati diri

Selain keterampilan teknis, Yusril mengingatkan pentingnya keterbukaan terhadap khazanah ilmu dari berbagai wilayah—Tanah Air, Timur, Barat, dan warisan Islam—tanpa melepaskan identitas bangsa.

"Kita belajar dari semua sumber. Sebagai intelektual Indonesia, jangan menjadi orang Barat di dunia Timur, tetapi jadilah orang Indonesia yang memahami pemikiran Timur, Barat, dan Islam secara utuh,"

Tuntutan bagi lulusan masa kini

Yusril mendorong perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap teknologi sekaligus peka terhadap dinamika sosial, hukum, ekonomi, dan geopolitik. Ia menekankan bahwa inovasi lahir dari kepekaan terhadap persoalan masyarakat, sedangkan integritas menjadi modal utama membangun kepercayaan publik.

Untuk itu, lulusan diingatkan terus meningkatkan kapasitas diri dan berkontribusi menyelesaikan persoalan bangsa melalui ilmu dan pengabdian.

Data Universitas Terbuka

Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, menjelaskan seminar wisuda berfungsi sebagai pembekalan sebelum prosesi wisuda. Ia menyampaikan data bahwa Universitas Terbuka memiliki sekitar 2,3 juta alumni dan hampir 900 ribu mahasiswa aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sekilas pesan Yusril menegaskan bahwa kombinasi kemampuan teknis, pikiran kritis, dan integritas menjadi fondasi agar generasi Indonesia mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait