Menperin: Infrastruktur Mutu Perkuat Ekspor ke Eropa
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang infrastruktur mutu ditujukan untuk memperluas akses pasar ekspor. Pernyataan itu disampaikan pada pertemuan tingkat tinggi di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026, yang juga menandatangani Work Plan 2026-2027 sebagai landasan kolaborasi kedua negara.
Pertemuan tingkat tinggi dan penandatanganan Work Plan
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, membuka 3rd High-Level Indonesian-German Annual Meeting on Quality Infrastructure di Jakarta. Delegasi Jerman dipimpin oleh Ole Janssen dari Federal Ministry for Economic Affairs and Energy (BMWE).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak menandatangani Work Plan 2026-2027 yang memuat rencana kegiatan dan komitmen lanjutan untuk memperkuat sistem mutu nasional.
Fokus pembahasan: harmonisasi, standardisasi, digitalisasi
Sesi pertama mendalami harmonisasi sistem Quality Infrastructure dalam kerangka Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA). Pembahasan menyoroti peluang peningkatan akses pasar melalui penguatan standar dan mekanisme penilaian kesesuaian.
Sesi kedua berfokus pada peningkatan keselamatan dan kualitas produk melalui penguatan standardisasi nasional dan sinkronisasi dengan sistem internasional. Forum ini juga membahas peran lembaga penilaian kesesuaian untuk mendukung kepatuhan produk ekspor.
Isu digitalisasi infrastruktur mutu turut menjadi topik penting, terutama terkait kebijakan Digital Product Passport (DPP) Uni Eropa. Diskusi mencakup kesiapan Indonesia dalam implementasi DPP dan langkah digitalisasi sistem penilaian mutu.
Pernyataan pejabat dan harapan kolaborasi
Kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang Quality Infrastructure diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri nasional. Agar semakin kompetitif, adaptif terhadap perkembangan regulasi global, mampu memperluas akses pasar ekspor.
Kutipan di atas disampaikan oleh Menperin Agus Gumiwang di Jakarta pada 14 Mei 2026. Pernyataan itu menegaskan arah kebijakan untuk mendorong standardisasi dan transformasi digital sebagai pilar peningkatan daya saing industri.
Emmy Suryandari menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jerman, BMWE, GIZ, dan mitra strategis lainnya, serta berharap kerja sama di bidang ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi pelaku usaha nasional.
Dampak dan langkah ke depan
Penguatan infrastruktur mutu diharapkan mempercepat akses produk Indonesia ke pasar Eropa melalui kepatuhan standar dan penggunaan mekanisme digital seperti DPP. Implementasi Work Plan 2026-2027 akan menjadi tolok ukur kolaborasi teknis antara lembaga standardisasi, akreditasi, asosiasi industri, dan pelaku usaha.
Ke depan, keberhasilan program ini akan bergantung pada harmonisasi regulasi, kesiapan digital pelaku industri, dan sinergi antarinstansi untuk memastikan produk Indonesia memenuhi persyaratan pasar global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prakiraan Harga Emas Pekan Depan: Support Rp2,41Jt, Resistansi Rp2,72Jt
Harga emas pekan depan diprakirakan fluktuatif akibat ketegangan geopolitik; support Rp2,41 juta/gram dan re...
Harga Semangka Naik Jadi Rp6.000/kg di Aceh Utara
Pasokan semangka menipis pasca-puncak panen, sehingga harga di Aceh Utara naik menjadi Rp6.000 per kilogram.
Puncak Panen: Harga Rambutan Aceh Turun Jadi Rp8.000/kg
Harga rambutan Aceh di Aceh Utara turun jadi Rp8.000/kg pada puncak panen 2 Agustus 2026 akibat pasokan yang...
Hidroponik NTT: Ajak Anak Muda Tak Malu Jadi Petani
Robinhood Siahaan mendorong pengembangan hidroponik di NTT agar pangan lokal mandiri dan anak muda tak malu...
Relokasi Pool Cititrans Permudah Akses Antarkota di Samarinda
Cititrans pindahkan pool ke Jalan Bhayangkara 19 Samarinda untuk memudahkan akses—merespons lonjakan pelangg...
Teknologi dan Edukasi Penggerak Hidroponik Berkelanjutan di NTT
Robinhood Siahaan sebut teknologi dan pelatihan kunci kembangkan hidroponik berkelanjutan di NTT, termasuk r...