Ekonomi

Gubernur Ajak OPD Gandeng UMKM Tekan Inflasi Papua Pegunungan

Bagikan:
Festival UMKM di Halaman Kantor Gubernur Papua Pegunungan menampilkan produk lokal

Wamena, 9 Juli 2026 — Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo mengajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berkolaborasi dengan kelompok UMKM guna menekan angka inflasi provinsi yang saat ini mencapai 7,80%. Ajakan itu disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pj. Sekda Wasuok Demianus Siep pada pembukaan Festival UMKM 2026 di Halaman Kantor Gubernur.

Target kolaborasi antara OPD dan UMKM

Gubernur menekankan pentingnya peran OPD teknis untuk membuka ruang kerja sama dan dukungan bagi pelaku usaha kecil. OPD yang diminta proaktif antara lain:

  • Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
  • Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  • Dinas Koperasi
  • Dinas Perindustrian
  • serta OPD terkait lainnya

Tujuannya, kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan konsumsi produk lokal, sehingga berkontribusi menurunkan tekanan inflasi melalui peredaran produk dalam daerah.

Festival UMKM sebagai strategi penurunan inflasi

DPMPTSP menyelenggarakan Festival UMKM 2026 sebagai wadah promosi produk lokal dan penguatan jaringan pasar. Gubernur menyebut gerakan Bangga Buatan Papua Pegunungan sebagai salah satu strategi konkret untuk mendorong konsumsi produk daerah dan meningkatkan pendapatan keluarga pelaku UMKM.

“Oleh karena itu kegiatan ini untuk kita menekan angka inflasi yang naik karena Provinsi Papua Pegunungan salah satu angka yang tertinggal Inflasi maka kita harus menekan bersama melalui UMKM ini. Marilah kita jadikan gerakan Bangga Buatan Papua Pegunungan yang kita sudah lakukan dalam budaya kehidupan sehari-hari”

Dengan kegiatan seperti festival, produk unggulan daerah dipamerkan kepada masyarakat luas, membuka peluang kerjasama, serta menarik minat investor untuk berinvestasi di provinsi itu.

Rencana berkelanjutan dan harapan bagi pelaku usaha

Gubernur mendorong agar pelaksanaan Festival UMKM dapat diulang lebih sering. Ia mengusulkan frekuensi setiap tiga bulan dan kemungkinan menggelar acara serupa pada Agustus mendatang dengan mengundang provinsi lain.

“Bila perlu 3 bulan sekali, bahkan nanti kalau Agustus kalo boleh kita tampil dengan mengundang seluruh provinsi sesuai dengan harapan dan keinginan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu”

Gubernur juga berharap festival ini menumbuhkan kerja sama baru, peluang usaha, investasi, serta melahirkan pelaku usaha yang tangguh dan mandiri.

Festival UMKM diharapkan menjadi titik awal pemulihan ekonomi lokal dan langkah strategis menurunkan inflasi melalui peningkatan kapasitas produksi serta perluasan pasar bagi UMKM Papua Pegunungan.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait