Mahasiswa UM Metro Latih Branding Produk UMKM Desa Rejo Agung
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro melalui tim PPK Ormawa Himadikmi menggelar sosialisasi branding produk makanan olahan untuk pelaku UMKM di Desa Rejo Agung pada 15 Juli 2026. Kegiatan bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal dengan pengemasan dan citra merek yang lebih profesional. Kegiatan ini juga merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang mengaplikasikan ilmu ekonomi langsung ke masyarakat.
Tujuan dan pelaksanaan kegiatan
Kegiatan difokuskan pada penguatan branding dan pemasaran digital. Tim memberi materi yang bersifat praktis dan interaktif sehingga pelaku UMKM dapat langsung menerapkan langkah perbaikan. Sesi berlangsung di balai desa dengan antusiasme tinggi dari pelaku usaha rumahan setempat.
Tujuan utama kami adalah memberikan bekal bagi pelaku UMKM agar produk mereka memiliki nilai jual lebih tinggi melalui branding yang tepat, sehingga kesejahteraan masyarakat Desa Rejo Agung dapat meningkat secara berkelanjutan
Resdi Nirwanda, Ketua tim PPK Ormawa Himadikmi, menyampaikan harapannya agar pelatihan membuka peluang ekonomi baru bagi desa.
Materi pelatihan
Mahasiswa memberikan modul singkat yang mudah dipraktikkan. Fokusnya pada elemen visual serta teknik pemasaran yang relevan untuk usaha skala mikro.
- Desain kemasan yang menarik dan fungsional
- Penentuan merek dan pesan produk
- Strategi pemasaran digital untuk menjangkau konsumen lebih luas
Respons warga dan kendala yang dihadapi
Peserta aktif berdiskusi mengenai kendala pemasaran produk. Mereka menunjukkan kebutuhan besar pada pelatihan praktis soal visualisasi produk dan akses pasar.
Menurut tim, produk makanan olahan Desa Rejo Agung memiliki potensi tetapi masih terhambat oleh tampilan visual yang belum optimal. Kurangnya pemahaman branding membuat produk sulit bersaing dengan merek industri lebih besar.
Dampak dan prospek jangka panjang
Pendampingan diharapkan mendorong pelaku UMKM tidak sekadar memproduksi, tetapi juga mengelola pemasaran secara mandiri. Perbaikan branding diproyeksikan meningkatkan nilai jual dan keterlibatan konsumen.
Resdi menilai kegiatan ini bisa menjadi awal kolaborasi jangka panjang antara kampus dan pelaku usaha mikro. Sinergi tersebut dinilai mampu memajukan perekonomian lokal dan menjadikan UMKM desa lebih kompetitif.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi bukti nyata peran strategis kampus dalam pemberdayaan ekonomi daerah melalui transfer ilmu dan pendampingan praktis.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
BBPVP Semarang dan GoTo Perkuat UMK Lewat Digital Camp
BBPVP Semarang dan GoTo melatih 24 UMK dalam Digital Camp (15 Juli 2026) untuk tingkatkan pemasaran digital,...
Pentingnya Branding bagi Produk UMKM: Kunci Kenali & Bersaing
Branding menjadi kunci bagi UMKM untuk dikenal, membangun kepercayaan, dan meningkatkan daya saing melalui i...
Strategi UMKM: Menarik Pelanggan Tanpa Perang Diskon
UMKM dapat mempertahankan pelanggan tanpa perang diskon lewat kualitas produk, pelayanan, komunikasi, dan in...
Gubernur Ajak OPD Gandeng UMKM Tekan Inflasi Papua Pegunungan
Gubernur Papua Pegunungan mengajak OPD kolaborasi dengan UMKM untuk menekan inflasi 7,80% lewat Festival UMK...
Sri Sultan Buka Inacraft 2026 di JEC, Pertama Kali di Luar Jakarta
Sri Sultan membuka Inacraft Festival 2026 di JEC—pertama kali di luar Jakarta—untuk memperluas akses pasar U...
Kalteng Dorong UMKM Jamu Urus Izin Edar BPOM
Pemprov Kalteng dorong UMKM jamu segera urus izin edar BPOM agar produk aman, bersertifikat, dan dapat menem...