Nasional

Indonesia-Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Investasi Lewat MoU

Bagikan:
Menteri Investasi Rosan Roeslani dan Menteri Investasi Arab Saudi menandatangani MoU di Jeddah

Indonesia dan Arab Saudi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat promosi dan kerja sama investasi sektor strategis. Penandatanganan berlangsung di Jeddah pada 4 Agustus 2026 dan ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan P. Roeslani serta Menteri Investasi Arab Saudi Fahad bin Abduljalil Al-Saif.

Penandatanganan dan tujuan

MoU ditandatangani pada Selasa, 4 Agustus 2026 di Jeddah sebagai langkah formal memperluas hubungan ekonomi kedua negara. Kesepakatan ini bertujuan meningkatkan promosi investasi langsung dan memperkuat koordinasi antar-lembaga investasi.

Isi utama kesepakatan

Menurut keterangan resmi, ruang lingkup kerja sama mencakup pertukaran informasi, promosi bersama, serta konsultasi dengan sektor swasta. Kesepakatan juga memuat pertukaran pengetahuan dan kunjungan antarahli untuk memperkuat koordinasi pelaksana.

  • Pertukaran informasi investasi
  • Promosi bersama dan konsultasi sektor swasta
  • Pertukaran pengetahuan dan kunjungan antarahli
  • Koordinasi antarlembaga investasi

Alasan dan peluang

Menteri Investasi Rosan menilai MoU ini adalah langkah strategis untuk mentransformasikan hubungan bilateral menjadi kerja sama ekonomi yang lebih kuat. Ia menekankan kesamaan arah pembangunan antara kedua negara sebagai peluang kolaborasi.

"Hari ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman. Hari ini adalah tentang mentransformasikan persahabatan yang telah terjalin lama menjadi kerja sama ekonomi yang lebih kuat,"

Rosan menyebut investasi langsung Arab Saudi mencapai USD 126,2 juta sejak 2021 hingga Semester I 2026. Angka ini dinilai sebagai modal awal untuk menggenjot investasi di masa mendatang.

Ia juga menyoroti agenda Vision 2030 Arab Saudi yang sejalan dengan upaya Indonesia mempercepat industrialisasi, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, dan transformasi ekonomi. Kesamaan visi membuka peluang besar di sektor-sektor prioritas.

Sektor prioritas dan target implementasi

Rosan menyebut sejumlah sektor strategis yang menjadi fokus, antara lain hilirisasi, manufaktur, infrastruktur, energi baru terbarukan, logistik, properti, serta teknologi digital. Implementasi MoU akan menjadi penentu keberhasilan kerja sama.

"Kami ingin melihat semakin banyak perusahaan Arab Saudi berinvestasi di Indonesia dan semakin banyak perusahaan Indonesia yang menjajaki peluang usaha di Arab Saudi. Kami juga ingin memperkuat kolaborasi di sektor-sektor strategis, mulai dari hilirisasi, manufaktur, infrastruktur, energi baru terbarukan, logistik, properti, hingga teknologi digital,"

Rosan menegaskan pemerintah terus melakukan reformasi kebijakan untuk memperbaiki iklim investasi dan menarik investasi yang menciptakan nilai tambah serta alih pengetahuan.

Dampak dan prospek

MoU diharapkan menjadi tonggak baru hubungan ekonomi bilateral dan mempercepat realisasi investasi pada sektor prioritas. Keberhasilan kesepakatan ini akan bergantung pada langkah implementasi konkret dan sinergi antara pemerintah serta dunia usaha dari kedua negara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait