India dan Sumatera Perkuat Kerja Sama Pariwisata
Konsulat Jenderal India di Medan
Promosi pariwisata di Medan
Kegiatan bertajuk "Sumatera India Tourism Promotion: Unlocking the Next Era of Tourism Partnership" mengambil momentum Tagore-Dewantara Year of India-Indonesia Cultural and Educational Diplomacy. Acara tersebut menghadirkan pejabat konsulat, pelaku industri pariwisata, serta pemangku kepentingan lokal untuk memetakan peluang dan langkah konkret peningkatan kunjungan.
"Acara ini diselenggarakan untuk mempromosikan pariwisata antara Pulau Sumatra dan India. Seperti yang Anda ketahui, pariwisata memegang peranan penting dalam perekonomian. Sektor ini menciptakan lapangan kerja dan mendukung perekonomian, khususnya industri skala kecil, operator tur, hotel dan restoran,"
Potensi pasar dan target kunjungan
Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, menilai potensi pasar India bagi Sumatera besar. Ia menyebut bahwa pada 2025 sekitar 776.000 warga India mengunjungi Indonesia, angka yang membuka peluang bagi Sumatera untuk merebut porsi lebih besar dari pasar tersebut.
Goel juga menekankan pentingnya mengembangkan pariwisata MICE sebagai salah satu segmen yang dapat meningkatkan arus wisatawan sekaligus investasi dan kerja sama bisnis.
Dua arah: Sumatera ke India
Kerja sama yang ditawarkan bersifat timbal balik. Perwakilan India menyatakan keinginan mendorong wisatawan Sumatera untuk menjadikan India sebagai tujuan wisata, sehingga terjadi pertukaran budaya dan pemahaman yang lebih luas.
"Demikian pula, kami juga ingin rekan-rekan Indonesia dari Pulau Sumatra untuk bepergian ke India,"
Dukungan dari pelaku industri
Promosi ini melibatkan berbagai pelaku industri pariwisata untuk menyiapkan ekosistem yang memadai. Mitra dan pendukung acara antara lain:
- ASITA
- ASPPI Sumatera Utara
- ITHMA
- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)
- ASITA Tours & Travel Agency
- Kualanamu International Airport
Menurut Ketua BPD PHRI Sumatera Utara, Melkhy Maydiroy Waas, sinergi harus mendorong arus wisatawan dari dan ke Sumut. Ia menyoroti kebutuhan membuka akses penerbangan selain Kualanamu, misalnya Bandara Silangit, untuk mempercepat perjalanan wisatawan dari India ke destinasi di Sumatera.
"Hanya saja kita kedepan bisa masuk berwisata bukan hanya dari Kualanamu tapi juga dari Bandara Silangit. Karena ini untuk mempercepat perjalanan yang panjang,"
Implikasi dan prospek
Penguatan kerja sama pariwisata ini berpotensi mendongkrak ekonomi lokal melalui peningkatan okupansi hotel, penggunaan jasa travel, restoran, dan pelaku usaha kecil. Selain itu, interaksi wisata dua arah diharapkan memperkuat hubungan budaya dan pendidikan antara masyarakat India dan Sumatera.
Ke depan, keberhasilan inisiatif ini bergantung pada kesiapan infrastruktur, peningkatan konektivitas udara, dan paket promosi yang ditujukan khusus untuk preferensi wisatawan India, termasuk wisata alam, budaya, sejarah, kuliner, dan wisata religi.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...