Menteri UMKM: Dominasi Produk Impor Hambat UMKM Lokal
Menteri UMKM Maman Abdurrahman
Pembiayaan UMKM meningkat, tapi pasar tetap jadi kendala
Maman menyebut pembiayaan kepada pelaku UMKM tumbuh signifikan. Saat ini pembiayaan mencapai sekitar Rp1.500 triliun untuk sekitar 56 juta UMKM. Namun, kenaikan modal dan pelatihan belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya di tingkat daerah.
Menurutnya, masalah utama bukan hanya akses modal. Saat produk impor memenuhi pasar domestik, produk UMKM sulit bersaing sehingga potensi pertumbuhan lokal terhambat.
Maka diberi pembiayaan seperti apapun, didorong akses pendidikan seperti apapun, tapi pada saat sama pasarnya gak bisa kita sterilisasi. Mereka akan mati dengan sendirinya,
Keseimbangan impor dan produksi dalam negeri
Maman menegaskan pemerintah tidak anti-impor, tetapi perlu keseimbangan antara masuknya produk impor dan kekuatan produksi dalam negeri. Ia meminta perhatian khusus jika produk lokal sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan yang selama ini didatangkan dari luar negeri.
Dengan kata lain, kebijakan perdagangan dan dukungan produksi harus sinkron agar pembiayaan dan pelatihan tidak sia-sia.
SAPA UMKM: integrasi layanan untuk memperkuat ekosistem
Untuk menguatkan ekosistem, Kementerian UMKM meluncurkan platform SAPA UMKM. Platform ini dirancang mengintegrasikan layanan legalitas, sertifikasi, pemasaran, dan akses pembiayaan.
SAPA UMKM akan menghubungkan layanan seperti BPOM, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan PIRT. Sistem juga mengintegrasikan bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan pelaku UMKM agar aliran pembiayaan lebih efektif.
Maman mengakui integrasi data antarlembaga bukan pekerjaan mudah, tetapi pihaknya bekerja sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pelayanan optimal.
Kalau yang datang ke bank itu cuma urusan kredit macet. Tapi kalau UMKM datang ke Kementerian UMKM urusannya problem sosial, berkelahi sama istrinya, segala macam, akhirnya problem sosialnya jadi kemana-mana,
Dampak dan harapan
Maman berharap UMKM tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga agen ekonomi yang mendorong pertumbuhan nasional. Ia ingin pembiayaan yang tersedia dipakai untuk ekspansi usaha, bukan berujung pada kredit bermasalah yang menimbulkan persoalan sosial.
Dengan kombinasi kebijakan pasar, dukungan pembiayaan, dan integrasi layanan melalui SAPA UMKM, pemerintah menargetkan UMKM lebih mampu bersaing melawan produk impor dan berkontribusi pada perekonomian daerah maupun nasional.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Satu Dekade CICIL: Perkuat Inklusi Keuangan dan Diversifikasi
CICIL genap 10 tahun dan memperkuat inklusi keuangan lewat diversifikasi layanan, pendanaan produktif, dan k...
Kemendag: Ekspor Kopi Olahan Indonesia Masih di Peringkat ke-19
Kemendag menyebut ekspor kopi olahan Indonesia masih di peringkat ke-19 dunia dengan pangsa pasar 1,2 persen...
Visa dan MRT Jakarta Resmikan Stasiun MRT Blok A
Visa dan MRT Jakarta resmikan Stasiun MRT Blok A dengan pembayaran nirsentuh Visa untuk memperlancar akses d...
Hanya 3,51% UMKM Punya Laporan Keuangan, OJK Dorong Akses Pembiayaan
OJK menyebut hanya 3,51% UMKM memiliki laporan keuangan, hal ini menghambat akses pembiayaan formal. OJK dor...
OJK dan Menteri UMKM Dukung Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI
OJK dan Menteri UMKM mendukung pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI, menekankan rek...
Trade Expo Indonesia 2026 Digelar Oktober, Bidik Buyer Global
TEI 2026 akan digelar 14-18 Oktober di ICE BSD; pemerintah bidik peningkatan buyer global untuk dorong ekspo...