Ekonomi

Menteri UMKM: Dominasi Produk Impor Hambat UMKM Lokal

Bagikan:
Menteri UMKM berbicara di UMKM Finance Summit 2026 tentang tantangan produk impor

Menteri UMKM Maman Abdurrahman

Pembiayaan UMKM meningkat, tapi pasar tetap jadi kendala

Maman menyebut pembiayaan kepada pelaku UMKM tumbuh signifikan. Saat ini pembiayaan mencapai sekitar Rp1.500 triliun untuk sekitar 56 juta UMKM. Namun, kenaikan modal dan pelatihan belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya di tingkat daerah.

Menurutnya, masalah utama bukan hanya akses modal. Saat produk impor memenuhi pasar domestik, produk UMKM sulit bersaing sehingga potensi pertumbuhan lokal terhambat.

Maka diberi pembiayaan seperti apapun, didorong akses pendidikan seperti apapun, tapi pada saat sama pasarnya gak bisa kita sterilisasi. Mereka akan mati dengan sendirinya,

Keseimbangan impor dan produksi dalam negeri

Maman menegaskan pemerintah tidak anti-impor, tetapi perlu keseimbangan antara masuknya produk impor dan kekuatan produksi dalam negeri. Ia meminta perhatian khusus jika produk lokal sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan yang selama ini didatangkan dari luar negeri.

Dengan kata lain, kebijakan perdagangan dan dukungan produksi harus sinkron agar pembiayaan dan pelatihan tidak sia-sia.

SAPA UMKM: integrasi layanan untuk memperkuat ekosistem

Untuk menguatkan ekosistem, Kementerian UMKM meluncurkan platform SAPA UMKM. Platform ini dirancang mengintegrasikan layanan legalitas, sertifikasi, pemasaran, dan akses pembiayaan.

SAPA UMKM akan menghubungkan layanan seperti BPOM, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan PIRT. Sistem juga mengintegrasikan bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan pelaku UMKM agar aliran pembiayaan lebih efektif.

Maman mengakui integrasi data antarlembaga bukan pekerjaan mudah, tetapi pihaknya bekerja sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pelayanan optimal.

Kalau yang datang ke bank itu cuma urusan kredit macet. Tapi kalau UMKM datang ke Kementerian UMKM urusannya problem sosial, berkelahi sama istrinya, segala macam, akhirnya problem sosialnya jadi kemana-mana,

Dampak dan harapan

Maman berharap UMKM tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga agen ekonomi yang mendorong pertumbuhan nasional. Ia ingin pembiayaan yang tersedia dipakai untuk ekspansi usaha, bukan berujung pada kredit bermasalah yang menimbulkan persoalan sosial.

Dengan kombinasi kebijakan pasar, dukungan pembiayaan, dan integrasi layanan melalui SAPA UMKM, pemerintah menargetkan UMKM lebih mampu bersaing melawan produk impor dan berkontribusi pada perekonomian daerah maupun nasional.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait