Wali Kota Banda Aceh Ajak Pemda Manfaatkan Jejaring UCLG-ASPAC
BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menjadi narasumber pada Monev Pelaksanaan Kerjasama UCLG-ASPAC dan Kementerian Dalam Negeri RI Tahun 2024-2027 di Pullman Thamrin Hotel, Kamis (17/9). Illiza mendorong pemerintah daerah memanfaatkan jejaring internasional untuk memperluas kerja sama, pertukaran pengetahuan, dan dukungan program pembangunan.
Pemanfaatan jejaring internasional untuk daerah
Illiza menyatakan pemerintah daerah tidak perlu menunggu punya banyak program sebelum bergabung dengan forum internasional. Sebaliknya, keterlibatan awal dapat memperkenalkan potensi daerah dan membuka peluang kolaborasi. Ia menekankan pentingnya kehadiran fisik dan networking dalam forum lintas negara.
“Tidak perlu sungkan, tidak perlu minder, tidak harus kita punya program banyak kemudian kita bergabung. Tidak. Kadang kita sesama kepala daerah juga belum tentu kenal kalau tidak ada networking yang benar-benar bisa dihadiri di forum-forum seperti ini,”
Peran UCLG-ASPAC sebagai jembatan
Menurut Illiza, UCLG-ASPAC memiliki posisi strategis sebagai perantara yang menghubungkan pemerintah daerah dengan jejaring internasional. Lewat organisasi ini, akses terhadap program bantuan, pelatihan, dan kemitraan lintas negara menjadi lebih mudah diperoleh.
“Bantuan internasional kan tidak bisa langsung masuk ke daerah sekarang. Kalau bantuan melalui UCLG dibantu, maka UCLG melalui perantara itu bisa membantu daerah-daerah kita,”
Dampak dan peluang kolaborasi
Illiza menilai semakin banyak kota dan kabupaten bergabung dengan UCLG-ASPAC, semakin besar peluang percepatan perubahan melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman. Keterlibatan aktif juga membuka jalan bagi program konkret yang bisa diadaptasi sesuai kebutuhan lokal.
Lebih lanjut, ia menyebut keterlibatan internasional tidak menggantikan peran organisasi nasional. Sebaliknya, UCLG-ASPAC dapat melengkapi peran organisasi seperti APEKSI dan APKASI dengan membuka akses ke jaringan lebih luas di kawasan Asia Pasifik dan dunia.
Implikasi bagi pemerintah daerah
Pesan Illiza memberi sinyal agar kepala daerah proaktif mencari peluang jaringan di tingkat internasional. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat transfer pengetahuan, menarik dukungan teknis, dan memperbesar peluang pembiayaan program pembangunan.
Ke depan, peningkatan partisipasi pemda di forum seperti UCLG-ASPAC diprediksi memperkaya pengalaman tata kelola kota dan kabupaten. Kolaborasi lintas batas akan menjadi salah satu pendorong utama inovasi pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ibu Tewas Digilas Dump Truk di Jalan Lubukpakam–Galang
Seorang ibu (49) tewas setelah digilas dump truk di Jalan Lubukpakam–Galang, Deliserdang; polisi amankan sop...
Kakek 56 Tahun Ditangkap di Medan, Barang Bukti 800 Gram Ganja
Seorang kakek 56 tahun ditangkap di Medan dengan barang bukti 800 gram ganja; pemerintah merumuskan denda pl...
Bobby Nasution Teken Komitmen KPK untuk Perbaiki Tata Kelola Sumut
Gubernur Bobby Nasution dan 33 kepala daerah Sumut tandatangani komitmen dengan KPK pada 17 September untuk...
Polres Labuhanbatu Musnahkan 34 Kg Sabu dan 20.000 Ekstasi
Polres Labuhanbatu memusnahkan 34 kg sabu dan 20.000 pil ekstasi di Rantauprapat pada 17 September sebagai u...
Polres Tapanuli Tengah Tangkap Dua Pengedar Ganja di Barus Utara
Polres Tapanuli Tengah menangkap dua pria di Barus Utara, menyita 73,55 gram ganja dan Rp1 juta; salah satu...
Lhokseumawe Susun Regulasi Wajib Belajar Satu Tahun PAUD
Rakor di Lhokseumawe menyusun Rencana Kerja percepatan Wajib Belajar Satu Tahun PAUD, fokus pada pendataan,...