Ekonomi

11 IKM Binaan Kemenperin Raup Rp100 Juta di BTN IFW 2026

Bagikan:
Stan IKM BPIFK di BTN Indonesia Fashion Week 2026 menampilkan produk fesyen dan kriya

Sebelas IKM binaan Kementerian Perindustrian melalui BPIFK mencatat transaksi lebih dari Rp100 juta saat mengikuti BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Kegiatan berlangsung pada 29 Juli-2 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center dan menghasilkan penjualan lebih dari 460 produk selama lima hari pameran, sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis pascapameran.

Hasil penjualan dan nilai transaksi

Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), Dickie Sulistya Apriliyanto, menyatakan capaian penjualan itu terjadi selama lima hari pelaksanaan pameran. Angka tersebut menunjukkan daya tarik produk IKM fesyen dan kriya di ajang nasional.

“Selama lima hari pelaksanaan pameran, 11 IKM binaan BPIFK berhasil membukukan penjualan lebih dari 460 produk. Dengan total nilai transaksi melampaui Rp100 juta,” ujar Dickie dalam keterangannya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Peluang kerja sama pascapameran

Selain transaksi langsung, IKM memperoleh beberapa peluang kolaborasi yang dapat memperluas pasar dan kapasitas produksi. Jenis peluang meliputi distribusi, pengembangan produk bersama, pengadaan barang untuk jenama lain, dan undangan pameran di luar negeri.

  • Arae menjajaki kerja sama dengan lembaga promosi produk lokal sebagai calon distributor internasional.
  • Marline Indonesia mendapat peluang kolaborasi dengan artis dan influencer, serta pengembangan aksesori dan kancing khusus bersama jenama aksesori nasional.
  • Shalda membuka peluang pengadaan kain khusus untuk sebuah jenama fesyen produk anak.
  • Pucok menjajaki kolaborasi motif Aceh untuk koleksi busana dan publikasi motif Nusantara, termasuk peluang berpartisipasi di pameran di Malaysia.
  • Eboni Watch merencanakan pengembangan desain produk bersama outlet aksesori terkemuka di Indonesia.

Daftar IKM peserta dan asal daerah

BPIFK memfasilitasi 11 IKM alumni Creative Business Incubator (CBI) untuk berlaga di BTN IFW 2026. Peserta berasal dari berbagai provinsi, memperlihatkan sebaran klaster usaha fesyen dan kriya di dalam negeri.

  • Pucok
  • Koto Batu
  • Marline Indonesia
  • Arae
  • Winkle World
  • Delta
  • Cloth Inc
  • Eboni Watch
  • Shalda
  • Ulur Wiji
  • Kominela

IKM tersebut berasal dari Aceh, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Peran Kemenperin dan dampak pameran

Kementerian Perindustrian melalui BPIFK hadir bersama Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) untuk memfasilitasi akses pasar, pembeli, dan mitra usaha bagi IKM. Fasilitasi ini memberi pengalaman nyata bagi pelaku usaha memanfaatkan pameran untuk promosi, pemasaran, dan pengembangan jaringan bisnis.

“Keikutsertaan IKM fesyen dan kriya dalam pameran menjadi kesempatan. Untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring usaha, sekaligus membuka peluang kemitraan,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

BTN IFW 2026 juga mencatat kehadiran lebih dari 200 desainer, sekitar 500 peserta pameran jenama fesyen, dan sekitar 4.000 pekerja kreatif. Angka ini menggambarkan potensi pasar industri fesyen dan kriya nasional yang besar.

Prospek jangka pendek menunjukkan kemungkinan tindak lanjut kerja sama distribusi, kolaborasi produk, dan undangan pameran internasional. Dengan dukungan fasilitasi, IKM berpeluang memperkuat jaringan bisnis dan meningkatkan kapasitas produksi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait