Ekonomi

Kemendag Perkuat Produk Lokal Lewat Akselerasi Usaha Lokal

Bagikan:
Menteri Perdagangan dan pelaku UMKM di acara Akselerasi Usaha Lokal di TMII

Kementerian Perdagangan bersama Shopee meluncurkan Program Akselerasi Usaha Lokal pada 13 Agustus 2026 di Caping Gunung, Taman Mini Indonesia Indah. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan digital dan daya saing produk UMKM, sekaligus memberi perlindungan hukum bagi pelaku usaha untuk menekan penetrasi produk impor.

Peluncuran program dan tujuan

Acara yang melibatkan unsur pemerintah dan swasta itu difokuskan pada peningkatan kapasitas digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Pemerintah menilai kolaborasi dengan platform e‑commerce diperlukan untuk mempercepat akses pasar dan meningkatkan kualitas produk dalam negeri.

Dukungan Shopee dan perlindungan HKI

Shopee memberikan dukungan dana lebih dari Rp100 miliar dan menghadirkan sistem pelaporan terpadu untuk mencegah peredaran produk palsu. Dukungan ini selaras dengan mandat dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026.

"Terakhir tantangannya, juga bagaimana pelaku usaha dalam negeri membutuhkan perlindungan usaha dari pembajakan dengan memperkuat legalitas mereka, hak kekayaan intelektual atau HKI-nya, dan keamanan produk dari plagiasi atau plagiarisme yang memang masih ada, Pak, di lapangan,"

— Balques Manisang, Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia.

"Seratus persen laporan di Brand IP Portal yang terbukti melanggar telah ditindaklanjuti dengan produk terkait diturunkan, dan melanggar dikenakan sanksi tegas dalam waktu 3 hari kerja saja,"

— Balques Manisang.

Dampak pada pelaku usaha

Pelaku UMKM melaporkan lonjakan transaksi sejak program berjalan. Beberapa pemilik merek menyebut peningkatan penjualan mencapai sekitar 40 persen setelah mendapat akses promosi dan proteksi HKI.

"Jadi (produk-red) kita collect dari berbagai kota, tapi insaallah ini lokal asli. Makanya kenapa kan kita diundang di sini karena kalau di sini kan khusus produk lokal,"

— Fikri, pemilik Madu Azzura & Zenita.

Pelaku fesyen ramah lingkungan, Syalia, menyatakan program membantu membuka pasar ekspor melalui skema ekspor fleksibel Shopee.

"Produk saya itu syal batik tapi sustainability. Kayak gitu, jadi dari perca, kain perca saya olah menjadi syal batik dan mungkin di Indonesia penjualannya kurang maksimal, beda dengan di luar negeri, kayak gitu,"

— Syalia, pelaku usaha fesyen ramah lingkungan.

Langkah pemerintah dan prospek pasar

Menteri Perdagangan menekankan pentingnya mengutamakan produk dalam negeri untuk menekan impor dan memperkuat rantai pasok lokal. Selain mencari pasar, kementerian memfasilitasi perizinan usaha terpadu pada lokasi kegiatan untuk mempercepat legalitas usaha.

"Sebenarnya kalau kualitas teman-teman atau produk lokal ini bagus, itu juga bisa mendorong penggunaan produk di produksi dalam negeri yang semakin bagus. Kalau produksi dalam negeri semakin banyak kita gunakan, itu bisa menekan untuk produk impor,"

— Budi Santoso, Menteri Perdagangan.

"Jadi sebenarnya tugas kami ini mencarikan pasar. Bapak Ibu membuat produk, kami bersama Shopee mencarikan pasar, ya,"

— Budi Santoso.

Program ini diharapkan memperkuat ekosistem pasar domestik, menjaga hak kekayaan intelektual pelaku UMKM, dan membuka peluang ekspor bagi produk lokal yang berdaya saing.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait