Ekonomi

IHSG Turun 1,62% ke 6.002,2, MSCI Beri Peringatan

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG turun ke level 6.002,2 pada sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.002,2 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, turun 1,62 persen atau sekitar 99 poin. Pelemahan ini terjadi setelah indeks sempat menyentuh titik terendah di 5.993 dan tertinggi di 6.171,38.

Pergerakan pasar dan nilai transaksi

Sepanjang sesi I, nilai transaksi tercatat sekitar Rp 6,7 triliun, hampir setara dengan hari sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 12,2 miliar lembar saham. Data ini menunjukkan aktivitas jual-beli yang relatif stabil meski indeks mengalami koreksi.

Komposisi emiten

Saham yang turun mendominasi bursa dengan jumlah 426 emiten. Sebanyak 201 saham mencatat kenaikan, sementara 172 saham tidak mengalami perubahan harga. Kondisi ini mencerminkan tekanan jual yang lebih luas pada sesi pagi.

Dampak keputusan MSCI

Keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam status Emerging Market turut mempengaruhi sentimen pasar. Namun, MSCI memberi peringatan agar pasar modal melakukan perubahan dan reformasi untuk menjaga kelayakan investasi jangka panjang.

Jika tidak ada kemajuan signifikan saat peninjauan indeks pada November 2026, MSCI akan mempertimbangkan opsi termasuk kemungkinan reklasifikasi menjadi Frontier Market. Potensi reklasifikasi ini menimbulkan ketidakpastian terhadap aliran modal asing.

Prospek sesi kedua

Analis memperkirakan pelemahan IHSG akan terbatas pada sesi kedua. Level support dan resistance diperkirakan berada pada rentang 6.050–6.220. Pergerakan lanjutan akan bergantung pada sentimen kebijakan dan data makro berikutnya.

IndikatorAngka
Penutupan6.002,2
Rendah5.993
Tertinggi6.171,38
Nilai transaksiRp 6,7 triliun
Volume12,2 miliar lembar
Naik / Turun / Tidak berubah201 / 426 / 172

Investor disarankan memantau perkembangan keputusan MSCI dan indikator ekonomi selanjutnya karena kedua faktor tersebut berpotensi menentukan aliran modal dan sentimen pasar dalam beberapa bulan mendatang.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait