Olahraga

Pemain Iran Terima Kasih ke Meksiko, Mengaku Jadi 'Rumah' selama Piala Dunia

Bagikan:
Alireza Jahanbakhsh menyapa suporter Iran di Tijuana saat Piala Dunia 2026

Alireza Jahanbakhsh menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Meksiko setelah timnas Iran merasa disambut hangat selama Piala Dunia 2026. Ucapan itu terlontar usai hasil imbang 0-0 melawan Belgia, sementara tim bermarkas di Tijuana dan akan terbang ke AS untuk laga berikutnya. Iran memindahkan pusat latihan dari Tucson, Arizona, sehingga pengaturan logistik membuat mereka berlatih di Meksiko namun bertanding di Amerika Serikat.

Sambutan hangat di Tijuana

Gelandang berusia 32 tahun itu memuji keramahan warga setempat yang membuat para pemain merasa seperti berada di rumah sendiri. Menurut Jahanbakhsh, hubungan tulus terjalin antara pemain, tim, dan masyarakat Meksiko selama kehadiran mereka di kota perbatasan itu.

“Kami mencintai masyarakat Meksiko. Saya rasa semua orang di tim merasakan hal yang sama,”

“Luar biasa bagaimana mereka menyambut kami. Keramahan mereka sungguh mengagumkan,”

“Saya hanya ingin mengatakan, muchas gracias,”

Dukungan suporter dan perjalanan ke Los Angeles

Dukungan tidak hanya terlihat di Tijuana. Sejumlah suporter lokal bahkan melakukan perjalanan darat ke Los Angeles untuk mendampingi tim saat berlaga. Pada pertandingan melawan Belgia, beberapa pendukung tampak mengenakan topi dan jersey Club Tijuana, klub yang fasilitas latihannya digunakan Iran.

Banyak penggemar sepak bola Meksiko mulai menjadikan Iran sebagai tim favorit kedua mereka di turnamen. Jahanbakhsh menyebut kehadiran pendukung itu sangat berarti bagi tim.

“Rasanya seperti berada di rumah ketika kami berada di Tijuana. Mereka datang jauh-jauh ke sini untuk mendukung kami, dan itu sangat berarti bagi kami,”

Jadwal selanjutnya dan peluang lolos

Hasil imbang melawan Belgia menjaga peluang Team Melli untuk melaju ke babak gugur. Iran kini bersiap menghadapi Mesir pada laga terakhir Grup G yang dijadwalkan berlangsung di Seattle pada 26 Juni 2026. Pertandingan tersebut menjadi penentu langkah Iran menuju fase gugur.

Jahanbakhsh menambahkan bahwa tim akan tetap berada di Tijuana selama beberapa hari sebelum melanjutkan persiapan, dan berharap bisa menikmati lebih banyak momen positif bersama suporter Meksiko.

Implikasi dan prospek

Keramahan tuan rumah membantu stabilitas tim di fase grup, terutama setelah penyesuaian markas latihan dari Tucson. Jika Iran dapat mempertahankan dukungan lokal dan performa di lapangan, peluang lolos ke babak gugur akan semakin terbuka saat menghadapi Mesir.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait