IHSG Merosot 4,20% ke 5.594, Transaksi Capai Rp31,17 T
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam hari ini, turun sekitar 4,20% dan menyentuh level terendah harian di 5.594. Perdagangan berlangsung dengan aktivitas tinggi dan didorong oleh tekanan jual yang dominan.
Pergerakan IHSG dan level support
Sempat dibuka menguat pada awal sesi, IHSG berbalik arah dan pada jeda perdagangan sesi I sudah turun sekitar 2,53% ke level 5.692. Saat penutupan sore ini, indeks mencatat angka terendah harian di 5.594.
Analis pasar memperkirakan pergerakan masih fluktuatif dan cenderung melemah. IHSG disebut akan menguji level support di rentang 5.700-5.800, yang menjadi perhatian investor menjelang pembukaan hari berikutnya.
Aktivitas perdagangan
Perdagangan hari ini menunjukkan likuiditas tinggi. Volume dan nilai transaksi yang besar merefleksikan tekanan jual luas di seluruh sektor.
| Item | Angka |
|---|---|
| Volume transaksi | 37,12 miliar saham |
| Nilai transaksi | Rp31,17 triliun |
| Saham menguat | 108 |
| Saham melemah | 626 |
| Saham tidak berubah | 81 |
| IHSG penutupan | 5.594 |
Sentimen pasar: rupiah dan revisi UU P2SK
Tekanan jual juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Kondisi ini menambah kekhawatiran investor terhadap arus modal asing dan prospek kinerja perusahaan berdenominasi impor.
Selain itu, pelaku pasar mencermati pengesahan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Regulasi tersebut menjadi bagian dari upaya reformasi sektor keuangan dan ikut memengaruhi sentimen investasi jangka pendek.
Arah ke depan
Kombinasi pelemahan rupiah, pengesahan revisi UU, dan tekanan jual luas membuat IHSG rentan melanjutkan koreksi jika sentimen eksternal tidak membaik. Investor diperkirakan akan memantau pergerakan rupiah dan perkembangan implementasi regulasi untuk menentukan langkah pada sesi berikutnya.
Perdagangan hari ini menegaskan bahwa tekanan likuiditas dan faktor kebijakan masih menjadi penentu utama arah pasar modal domestik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Galaxy Watch Ultra2: Smartwatch Tangguh untuk Aktivitas Outdoor
Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan ketahanan ekstrem dan analitik kesehatan berbasis AI, cocok untuk pelari tr...
NSIG Perkuat Jejaring Global Dorong Investasi Berkelanjutan di Sulut
NSIG perkuat jejaring global untuk menarik investasi berkelanjutan ke Sulawesi Utara lewat riset, B2B, dan b...
Chery Avante Buka Diler di Magelang, Harga di Bawah Rp300 Juta
Chery Avante membuka diler di Magelang (24 Juli 2026); harga di bawah Rp300 juta dan layanan penjualan serta...
Anggota Oriflame: Lebih dari Sekadar Menjual Produk
Younita, anggota Oriflame sejak 2020, menyebut keanggotaan soal mencoba produk, harga member gratis, dan par...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram - 25 Juli 2026
Harga emas Antam naik Rp7.000 per gram jadi Rp2.612.000 (25 Juli 2026); buyback juga naik. Simak rincian har...
Komisi VI Apresiasi Kinerja Positif Pelindo Semester I 2026
Komisi VI DPR mengapresiasi capaian positif Pelindo Semester I 2026 setelah kunjungan kerja di Surabaya; Pel...