IHSG Sesi I Menguat ke 5.842,09, Tekanan Rupiah & UU P2SK
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada sesi I Jumat, 5 Juni 2026, berada di level 5.842,09 atau naik 2,306 poin (0,04 persen) dari penutupan sebelumnya. Pembukaan ini berlangsung di tengah sentimen negatif dari kelemahan rupiah dan kekhawatiran pasar domestik.
Pembukaan IHSG dan kondisi awal perdagangan
Pada awal sesi pertama, kenaikan IHSG relatif tipis meski sebagian besar investor masih waspada. Penutupan perdagangan Kamis lalu tercatat melemah 1,70 persen ke level 5.839,79, sehingga sentimen jangka pendek masih diwarnai risiko koreksi.
Analisis Phintraco: fluktuasi dan support
Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG masih berisiko melemah dan cenderung fluktuatif pada hari ini. Mereka menyebutkan level support yang akan diuji berada di rentang 5.700–5.800.
"Pelemahan IHSG berkurang dari level terendah hariannya, namun diprakirakan pergerakan IHSG masih akan fluktuatif cenderung melemah. IHSG akan menguji level support di rentang 5.700-5800," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Tekanan jual di pasar saham, menurut Phintraco, didorong oleh maraknya rumor di pasar domestik yang menurunkan kepercayaan investor.
Tekanan nilai tukar dan implikasinya
Pergerakan rupiah yang terus menekan pasar menjadi perhatian besar. Nilai tukar menembus rekor terendah Rp18.000 per dolar AS, yang menambah beban bagi saham-saham sensitif terhadap nilai impor dan utang luar negeri.
RUU P2SK jadi UU dan dampaknya pada pasar
Salah satu sentimen yang turut diperhatikan pasar adalah pengesahan RUU revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi undang-undang. Revisi ini merupakan bagian dari reformasi besar sektor keuangan Indonesia dan diharapkan menguatkan kerangka regulasi pasar.
"UU ini antara lain memperkuat mandat OJK dan pengaturan pasar modal. Termasuk rencana demutualisasi BEI dan peningkatan integritas transaksi," ujar Tim Phintraco.
Phintraco menilai penerapan UU tersebut dapat meningkatkan likuiditas pasar melalui perluasan peran bank di pasar modal, pengetatan tata kelola, serta perlindungan investor.
Rencana penerbitan surat utang Danantara
UU P2SK juga mengatur rencana penerbitan surat utang khusus oleh Danantara, seperti Patriot Bond dan Merah Putih Bond, untuk memperluas sumber pendanaan proyek strategis nasional. Selain itu, Danantara berencana menerbitkan surat utang global senilai USD5 miliar.
"Danantara juga berencana akan menerbitkan surat utang global senilai USD5 miliar. Obligasi tersebut telah diberi peringkat Baa2 dengan outlook negatif oleh Moody's," kata Tim Phintraco.
Penerbitan obligasi tersebut diharapkan mendalamkan struktur modal nasional dan mendanai program pembangunan tanpa membebani APBN.
Kondisi pasar global
Bursa global masih dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah. Namun pada perdagangan Kamis, harga minyak turun sekitar 3 persen setelah laporan bahwa Presiden AS menolak melanjutkan perang penuh dengan Iran. Penurunan minyak mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke 4,47 persen.
Sementara itu, harga emas tercatat menguat 0,8 persen, didorong oleh pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan bergantung pada respons pasar terhadap perkembangan nilai tukar, implementasi UU P2SK, dan dinamika sentimen global dalam beberapa sesi mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...