IHSG Menguat 1,01% ke 6.686,44 pada 8 Sep 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,01 persen pada akhir sesi II perdagangan Selasa, 8 September 2026, ke level 6.686,44. Pergerakan positif dipicu aksi beli investor asing dan penguatan saham berkapitalisasi besar.
Ringkasan Perdagangan
IHSG dibuka pada level 6.639,51 dan bergerak di zona hijau sepanjang hari, mencapai titik tertinggi di 6.696. Perdagangan mencatat volume sebesar 36,38 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp15,5 triliun dan frekuensi hampir 2 juta kali transaksi.
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Penutupan | 6.686,44 (naik 1,01%) |
| Pembukaan | 6.639,51 |
| Tertinggi | 6.696 |
| Volume | 36,38 miliar saham |
| Nilai Transaksi | Rp15,5 triliun |
| Frekuensi | ~2 juta transaksi |
| Saham Menguat | 363 |
| Saham Melemah | 244 |
| Stagnan | 185 |
Pergerakan Sektor
Sektor basic materials mencatat kenaikan terbesar sebesar 2 persen. Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi yang paling melemah dengan penurunan 0,59 persen. Secara keseluruhan, penguatan indeks didorong oleh beberapa saham berkapitalisasi besar.
Sentimen Pasar
IHSG bergerak di teritori positif sepanjang perdagangan. Terutama didukung oleh penguatan beberapa saham dengan kapitalisasi pasar yang besar.
Selain aksi beli saham blue chip, investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp83,37 miliar pada sesi I. Sentimen positif lain datang dari pemulihan aktivitas beberapa bandara pasca erupsi Gunung Krakatau, yang mulai menghidupkan kembali rantai pasokan dan mobilitas.
Posisi Teknis dan Prospek
IHSG kembali ditutup di atas level MA5 dengan volume beli yang meningkat. Riset dari tim analis memperkirakan indeks akan menguji kisaran 6.700-6.750 pada sesi perdagangan berikutnya.
Investor perlu memantau aliran modal asing dan perkembangan pemulihan aktivitas ekonomi yang menjadi penentu kelanjutan tren. Jika aksi beli berlanjut, level resistensi 6.750 menjadi target terdekat.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...