Ekonomi

IHSG Menguat 0,48% ke 6.440 pada Pembukaan 10 Agustus 2026

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG dan aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, berada di level 6.440,59 atau naik 30,94 poin (0,48%) dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya. Pergerakan ini didorong oleh sentimen global dan prospek data ekonomi domestik yang akan dirilis pekan ini.

Detail Perdagangan Pembukaan

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pergerakan saham pada pembukaan menunjukkan mayoritas saham mengalami kenaikan. Sebanyak 308 saham naik, 57 saham turun, dan 307 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp156,52 miliar dengan volume perdagangan mencapai 294,43 juta saham.

Proyeksi Analis

Penguatan hari ini melanjutkan tren positif dari akhir pekan lalu, saat IHSG ditutup naik 1,04% ke level 6.409,65. Analis menilai indeks masih berpeluang melanjutkan kenaikan hingga penutupan perdagangan.

IHSG diprakirakan menguat dan bergerak di rentang 6.300 untuk level support dan 6.500 di level resistansi.

Tim Analis Phintraco Sekuritas juga memproyeksikan IHSG berpeluang menguji level 6.500 dalam sepekan. Mereka menekankan level 6.300 sebagai area dukungan yang perlu diperhatikan investor.

Sentimen Global yang Mendorong

Pergerakan IHSG mendapat dukungan dari beberapa sentimen global. Perubahan ekspektasi terkait kebijakan suku bunga Federal Reserve mencatatkan probabilitas sebesar 60,4% untuk The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September 2026. Hal ini mereduksi kekhawatiran terkait pengetatan moneter.

Selain itu, harga emas tercatat menguat ke level tertinggi tujuh pekan, yakni sekitar USD4.336 per troy ons, yang turut menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik. Harga minyak mentah dunia juga naik sekitar 1% pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, seiring perhatian pelaku pasar pada negosiasi terkait akses Selat Hormuz antara AS, Iran, dan negara-negara Timur Tengah.

Data Domestik yang Perlu Diperhatikan

Investor domestik diperkirakan akan menaruh perhatian pada sejumlah data ekonomi penting yang dijadwalkan rilis pekan ini. Data yang menjadi fokus antara lain:

  • Indeks keyakinan konsumen
  • Penjualan ritel
  • Penjualan sepeda motor dan mobil

Data tersebut berfungsi sebagai indikator kekuatan konsumsi domestik dan akan mempengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi serta sentimen pasar saham ke depan.

Prospek dan Risiko

Dengan kombinasi sentimen global dan data domestik, pergerakan IHSG diperkirakan masih memiliki peluang positif dalam jangka pendek. Namun, investor disarankan terus memantau perkembangan kebijakan bank sentral global, data ekonomi lokal, serta agenda MSCI yang dapat mempengaruhi aliran modal asing.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait