Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas, 162 Ribu Pergerakan Harian
Stasiun Manggarai memperkuat perannya sebagai titik pertemuan transportasi perkotaan dengan sekitar 162.000 pergerakan pelanggan harian yang didukung 700–750 perjalanan kereta setiap hari. Laporan resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dirilis pada 10 Agustus 2026 menegaskan posisi strategis kawasan ini di Jakarta dan wilayah aglomerasi.
Pergerakan penumpang dan operasi kereta
Data KAI menunjukkan fluktuasi volume penumpang KRL dan layanan Commuter Line Bandara dalam beberapa tahun terakhir. Pergerakan di Stasiun Manggarai menjadi titik sentral antarlayanan kereta dan moda lain, termasuk TransJakarta dan terminal bus.
| Tahun | KRL Commuter Line | Commuter Line Bandara |
|---|---|---|
| 2023 | 5.142.739 | 1.970.531 |
| 2024 | 5.575.711 | 2.242.536 |
| 2025 | 5.456.309 | 2.346.934 |
| 2026 (Jan–Jun) | 2.716.932 | 230.314 |
Selain angka total, KAI mencatat jumlah pengguna Commuter Line Bandara yang memanfaatkan Manggarai mencapai 230.314 pada Januari–Juni 2026. Angka dan frekuensi operasi inilah yang membuat Manggarai berfungsi sebagai simpul utama mobilitas perkotaan.
Rencana konektivitas: LRT Fase 1B menuju Manggarai
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusulkan pengembangan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta Fase 1B dari Velodrome menuju Manggarai sepanjang 6,4 kilometer dengan lima stasiun. Pemprov telah meninjau kesiapan operasional lintas ini pada Juli 2026.
Manggarai berada pada posisi yang sangat strategis dalam perjalanan masyarakat Jakarta dan wilayah aglomerasi. Fokus ke depan adalah bagaimana perpindahan antarlayanan dapat semakin mudah, perjalanan lebih efisien, dan akses menuju kawasan di sekitar stasiun semakin baik.
— Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI
Visi antarmoda dan Transit Oriented Development
KAI menegaskan arah integrasi antarmoda di Manggarai yang mencakup KRL Commuter Line, Commuter Line Bandara, TransJakarta, Terminal Manggarai, dan rencana LRT. Tujuan utamanya adalah memudahkan perpindahan penumpang, meningkatkan efisiensi perjalanan, serta membuka peluang pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Semakin mudah masyarakat berpindah dari satu moda ke moda lainnya, semakin besar manfaat transportasi publik bagi kota. Manggarai memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi kawasan yang lebih terhubung, mudah diakses, dan dekat dengan aktivitas masyarakat.
— Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI
Penguatan konektivitas di Manggarai dinilai dapat mendorong regenerasi perkotaan dan meningkatkan kualitas layanan publik. Ke depan, kesiapan operasional lintas baru dan perbaikan akses sekitar stasiun menjadi kunci untuk mewujudkan target tersebut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Awal Pekan: Harga Emas Antam Stabil, Buyback Tak Berubah
Harga emas Antam stabil pada Senin, 10 Agustus 2026; harga jual dan nilai buyback tak berubah setelah koreks...
PT Ekosistem Ternak Borneo Kembangkan Ekonomi Gotong Royong Telur Omega
PT Ekosistem Ternak Borneo kembangkan kemitraan peternak untuk industri telur omega dengan pasokan pakan, pe...
Limbah Kepala Udang Jadi Pakan, Produksi Telur Omega Tumbuh
Perusahaan di Samarinda mengolah limbah kepala udang menjadi pakan dan meningkatkan produksi telur omega, me...
Pemprov DKI, Bank Jakarta & Persija Perkuat Sport Tourism
Pemprov DKI, Bank Jakarta, dan Persija bersinergi untuk memperkuat sport tourism menjelang 500 tahun Jakarta...
Sao Tome Buka Jalur Paspor untuk Investor dengan Investasi $90.000
Sao Tome menawarkan paspor melalui investasi $90.000 ke National Transformation Fund, tanpa kewajiban meneta...
Jadwal Kapal Ferry Singkil–Pulau Banyak, Senin 10 Agustus 2026
KMP Aceh Hebat 3 layani rute Singkil–Pulau Banyak Senin 10 Agustus 2026; berangkat Singkil pukul 17.00 WIB,...