MUI Ajak Perkuat Kepedulian dan Persatuan pada Iduladha 1447 H
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam memperkuat persatuan dan kepedulian sosial saat peringatan Iduladha 1447 Hijriah, yang diputuskan berlangsung serentak oleh MUI dan pemerintah pada sidang isbat di Kementerian Agama, Minggu, 17 Mei 2026.
Penetapan Iduladha Serentak
Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menyatakan bahwa Iduladha tahun ini diperkirakan jatuh secara bersamaan di seluruh negeri setelah keputusan bersama dalam sidang isbat. Keputusan itu diambil guna memberikan kepastian waktu ibadah bagi umat.
Insyaallah Iduladha secara bersama-sama, secara serentak akan kita laksanakan
Amirsyah menambahkan bahwa keputusan serentak menjadi cerminan kerja sama antara MUI dan pemerintah dalam melayani kebutuhan umat.
Kepedulian Sosial Melalui Ibadah Kurban
MUI menyoroti nilai sosial kurban sebagai bentuk nyata kepedulian kepada warga yang membutuhkan. Pembagian daging kurban dipandang bukan sekadar ritual, melainkan wujud solidaritas dan bantuan langsung kepada masyarakat.
Kita menyadari bahwa masyarakat kita saat ini tengah menanti uluran tangan kita semua. Pembagian daging kurban secara bersama-sama adalah sebagai bukti kepedulian kita kepada umat
Amirsyah mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan Iduladha sebagai sarana syukur dan ikhtiar bersama untuk meringankan beban sesama.
Respons DPR: Simbol Persatuan Antar Ormas
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengapresiasi kesepakatan ormas Islam dalam sidang isbat. Menurutnya, kesepakatan itu memperlihatkan semangat persatuan meski ada perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah.
Tentu saja ini menggambarkan betapa memang Bhinneka Tunggal Ika selalu juga bisa kita wujudkan. Kita berbeda latar belakang ormas dan metode tentang penentuan awal dan akhir bulan, tetapi kita satu juga
Hidayat menyebut penetapan bersama ini sebagai kabar baik yang menunjukkan toleransi dan kesepahaman antarorganisasi keagamaan.
Makna dan Implikasi ke Depan
Penetapan Iduladha serentak diharapkan memberi kepastian penyelenggaraan ibadah dan memperkuat koordinasi distribusi kurban. Selain itu, momentum ini menjadi kesempatan menggalakkan aksi sosial terkoordinasi untuk membantu kelompok rentan.
Dengan penegasan MUI dan dukungan lembaga negara, masyarakat diharapkan memaknai Iduladha tidak hanya sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga sebagai langkah konkrit mempererat persaudaraan dan membangun solidaritas sosial di tingkat lokal maupun nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenhub Targetkan Tol Prambanan-Purwomartani Operasi Lebaran 2027
Kemenhub menargetkan Jalan Tol Prambanan-Purwomartani beroperasi pada Lebaran 2027 untuk mengurai kepadatan...
Komisi V Minta Kemenhub Utamakan Keselamatan dalam Anggaran 2027
Komisi V DPR minta Kemenhub prioritaskan keselamatan dalam anggaran 2027 senilai sekitar Rp28,3 triliun untu...
PPPA, BPS dan PNM Perkuat Sensus Ekonomi 2026 untuk Perempuan Mekaar
PPPA, BPS, dan PNM mengintensifkan Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan pelaku usaha perempuan Mekaar dan mem...
Yemima Sitanggang Dinobatkan Putri Otonomi Indonesia 2026
Yemima Mutiara Caren Sitanggang dari Deli Serdang dinobatkan sebagai Putri Otonomi Indonesia 2026 pada 2 Jul...
Legislator Kecam Lagu 'Lalaki Langit' Sebut Potensi Langgar UU TPKS
Anggota DPR Selly Andriany kecam lagu 'Lalaki Langit' yang dinilai melecehkan perempuan dan berpotensi melan...
Pramono Anung Terharu, DKI Siapkan Lahan untuk Sekolah Rakyat
Gubernur Pramono Anung terharu saat peresmian SRMA 10; Pemprov DKI akan menambah lahan untuk Sekolah Rakyat...