IDAI Peringati HUT ke-72: Komitmen Layani Anak Indonesia
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan komitmen organisasi melayani anak-anak Indonesia saat peringatan HUT ke-72 IDAI pada 14 Juni di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. Puncak acara menampilkan pelayanan langsung kepada masyarakat untuk memperkuat akses kesehatan anak.
Puncak perayaan dan layanan langsung
Peringatan HUT ke-72 diisi oleh kegiatan yang diselenggarakan seluruh cabang IDAI. Saat ini organisasi memiliki 34 cabang yang berpartisipasi dalam rangkaian acara sepanjang bulan.
"Hari ini, tepat tanggal 14 Juni, kami memperingati hari ulang tahun Ikatan Dokter Anak Indonesia ke-72. Serangkaian acara sebelumnya memang sudah dilakukan oleh seluruh IDAI cabang, kita ada 34 cabang,"
Puncak acara disusun dengan konsep pelayanan langsung kepada masyarakat. Tujuannya untuk menjangkau keluarga dan anak yang membutuhkan layanan kesehatan dasar di lokasi publik.
- Pelatihan bantuan hidup dasar bagi orang tua
- Skrining tumbuh kembang anak
- Skrining kelainan endokrin
"Konsepnya adalah bagaimana IDAI tetap bisa melayani anak-anak Indonesia. Ada pelatihan bantuan hidup dasar untuk orang tua, screening tumbuh kembang, dan screening kelainan endokrin,"
Masalah kesehatan anak yang masih harus diatasi
Piprim menyoroti perbaikan kondisi kesehatan anak dibandingkan masa lalu. Namun, ia menilai capaian itu belum cukup bila dibandingkan negara tetangga. Beberapa masalah utama masih perlu diperbaiki segera.
Di antaranya adalah angka kematian bayi dan balita yang masih tinggi serta muncul kembali penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. IDAI menyoroti rendahnya cakupan imunisasi sebagai faktor utama.
- Penyakit menular yang kembali muncul: difteri, pertusis, polio, campak
- Masalah gizi: stunting, gizi kurang, gizi buruk
- Peningkatan kasus obesitas dan penyakit metabolik akibat pola hidup tidak sehat
"Ini bermunculan kembali karena cakupan imunisasi yang sangat rendah. Karena juga akibat banyak orang tua yang galau terhadap imunisasi,"
Langkah IDAI ke depan
Piprim menegaskan organisasi akan terus memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat. IDAI akan menggencarkan edukasi tentang pentingnya imunisasi dan deteksi dini tumbuh kembang anak.
Pelayanan langsung dan edukasi dianggap sebagai strategi utama untuk menurunkan angka kematian anak dan mencegah kembalinya penyakit yang dapat dicegah.
Dengan rangkaian kegiatan di tingkat cabang dan pusat, IDAI berharap peningkatan cakupan imunisasi dan perbaikan status gizi anak dapat dicapai bersama pemerhati kesehatan dan keluarga.
Berita Terkait
Kemenkes Perkuat Layanan Ramah Lansia, 87% Puskesmas Telah Transformasi
Kemenkes memperkuat layanan dan ekosistem ramah lansia; sekitar 87% puskesmas sudah menjadi puskesmas santun...
Wamenkes Dante: Lansia Aset Berharga, Bukan Beban
Wamenkes Dante menegaskan lansia adalah aset bangsa; perlu layanan kesehatan ramah dan perawatan jangka panj...
BPOM Dorong Harmonisasi Regulasi untuk Percepat Akses Obat Inovatif
BPOM mendorong harmonisasi regulasi dan mekanisme reliance di Asia-Pasifik untuk mempercepat persetujuan oba...
Korea Selatan Dorong Standar Baru Kecantikan Alami
Korea Selatan mendorong standar kecantikan alami lewat pendekatan personal dan edukasi praktisi, dipaparkan...
Standar Baru: Kecantikan Alami dan Fokus pada Kulit Sehat
Lorient Summit 2026 menegaskan standar kecantikan bergeser ke kulit sehat dan hasil alami dengan perawatan p...
Bekasi: 511.576 Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Dinas Kesehatan Bekasi mencatat 511.576 warga telah melakukan Cek Kesehatan Gratis hingga April 2026, sekita...