Pemprov Minta Horas Bangso Batak Jadi Mitra Strategis Pembangunan Sumut
MEDAN — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, mendorong organisasi Horas Bangso Batak (HBB) berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah, bukan sekadar organisasi seremonial. Pernyataan itu disampaikan saat pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat HBB periode 2026-2031 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Sabtu, 24 Oktober.
HBB diharapkan memberi manfaat nyata
Timur mewakili Gubernur Sumatera Utara menyatakan, kehadiran HBB harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui program sosial, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai budaya yang hidup dalam perilaku sehari-hari, bukan hanya tampil sebagai atraksi seni.
"Budaya bukan hanya tentang pakaian, bahasa, tarian, musik atau bentuk kesenian. Tetapi juga tercermin dalam sikap saling menghormati orang tua, menjaga kehormatan keluarga, tepat janji, gotong royong, serta saling bantu,"
Menurut Timur, nilai-nilai tersebut menjadi modal penting agar HBB mampu berkontribusi membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Program prioritas dan bentuk kontribusi
Timur menyebut beberapa bidang konkret yang bisa dijalankan HBB untuk mendukung pembangunan daerah. Organisasi diminta mengoptimalkan potensi anggotanya sesuai keahlian dan menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
- Kegiatan sosial dan bantuan kemasyarakatan
- Pembinaan generasi muda dan pendidikan karakter
- Pelestarian dan pengembangan kebudayaan Batak
- Peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan dan kemitraan
- Dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal
Respons pengurus HBB
Pelantikan dihadiri tokoh HBB seperti Dewan Penasihat Maruli Siahaan, Dewan Pakar Prof. Robert Sibarani, Sultan Deli Mahmud Aria Lamantjiji, serta pengurus dari berbagai provinsi. Ketua Umum DPP HBB periode 2026-2031, Lamsiang Sitompul, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemprov Sumut.
Lamsiang menilai dukungan pemerintah tidak hanya berupa fasilitasi acara, tetapi juga membuka peluang kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi pada pembangunan daerah.
Implikasi dan langkah ke depan
Permintaan Pemprov agar HBB berperan lebih substantif menandai upaya membangun sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah. Jika dijalankan, langkah ini berpotensi memperkuat program sosial, memperkaya pelestarian budaya lokal, dan meningkatkan kapasitas SDM di Sumut.
Ke depan, keberhasilan inisiatif ini bergantung pada komitmen pengurus HBB untuk menerjemahkan nilai budaya menjadi kegiatan nyata dan pemerintah provinsi dalam menyiapkan ruang kemitraan yang terukur.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
SOMB-II Sergai 2026: 750 Peserta Berlaga, Pemkab Dorong Kreativitas
Pemkab Sergai buka SOMB-II 24–25 Okt 2026 di Perbaungan; 750 peserta ikut serta sebagai wadah pembentukan ka...
Warga Binaan Lapas Kutacane Meninggal Usai Dirawat
Seorang warga binaan Lapas Kutacane, identified as Ishak alias Ical, meninggal setelah dirawat; ia sempat di...
Kebakaran 7 Rumah di Permata Punie, Aceh Besar
Tujuh rumah di Perumahan Permata Punie, Aceh Besar terbakar dinihari 25 Okt 2026; tiga rusak berat, empat ru...
Tujuh Rumah di Perumahan Permata Punie Terbakar di Aceh Besar
Tujuh rumah di Perumahan Permata Punie, Aceh Besar, terbakar dini hari 25 Okt 2026; tiga rusak berat, pemada...
Mubes IKAKUM USK VI: Teuku Kamaruzzaman Terpilih Aklamasi
IKAKUM USK menggelar MUBES VI di Banda Aceh pada 24 Oktober 2026; Teuku Kamaruzzaman terpilih kembali aklama...
Ribuan Warga Padati Pembukaan MTQ ke-35 Aceh Besar
Ribuan warga memadati pembukaan MTQ ke-35 Aceh Besar di Lapangan Bung Cala, Sabtu (24/10), sebagai upaya men...