HNW Apresiasi Keberanian Jurnalis dan Relawan Gaza
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid memberi apresiasi kepada jurnalis dan relawan kemanusiaan yang tetap berangkat ke Gaza meski menghadapi risiko besar. Pernyataan itu disampaikan saat menerima perwakilan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Apresiasi atas keberanian dan komitmen
Hidayat menilai keberanian rekan-rekan media dan relawan mencerminkan komitmen terhadap kemanusiaan dan penegakan hukum internasional. Ia menyampaikan salut sekaligus terima kasih kepada mereka yang tetap melanjutkan misi, meski menyadari adanya bahaya.
"Tapi kami sampaikan salut dan apresiasi dan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan, rekan-rekan media, rekan-rekan relawan. Sekalipun sudah tahu bahwa ada risiko ini, karena memang beberapa kali sudah terjadilah kasus sejenis,"
Motivasi misi kemanusiaan
Menurut Hidayat, para relawan dan jurnalis memahami risiko yang mungkin terjadi. Meski demikian, mereka tetap memilih berangkat untuk menyuarakan solidaritas terhadap warga Gaza.
"Tapi kawan-kawan wartawan, media, relawan tetap berani dan menyemangati dirinya untuk melawan kejahatan Israel, teror Israel terhadap warga Gaza. Itu satu hal yang luar biasa,"
Dampak diplomatik dan harapan penegakan hukum
Hidayat berharap upaya kemanusiaan tersebut memberi dorongan bagi penegakan hukum internasional dan perlindungan hak asasi manusia. Dia juga menyebut misi itu penting untuk membantu mengakhiri isolasi dan kekerasan yang dialami warga Gaza.
Ia merangkum tujuan yang ingin dicapai melalui misi dan dukungan internasional itu sebagai berikut:
- Memperjuangkan hukum internasional yang melindungi warga sipil;
- Menegakkan hak asasi manusia bagi warga Gaza;
- Mengakhiri teror dan isolasi sehingga bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan.
Informasi untuk dorongan diplomatik
Hidayat juga menyambut baik laporan dari perwakilan GPCI mengenai kondisi terkini jurnalis dan relawan Indonesia yang terlibat. Informasi itu, menurutnya, penting untuk mendorong langkah diplomatik pemerintah.
"Tentu saja kami sambut sangat baik apa yang kemarin disampaikan Bapak Ahmad Juwaini untuk bisa bertemu. Untuk menyampaikan kondisi terakhir dari rekan-rekan wartawan maupun rekan-rekan aktivis kemanusiaan yang diculik oleh Israel,"
Dengan menerima laporan perkembangan di parlemen, Hidayat mengisyaratkan perlunya koordinasi antarlembaga dan dukungan diplomatik lebih kuat. Langkah tersebut diharapkan membantu perlindungan warga negara dan memperkuat upaya kemanusiaan ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PPKI: Langkah Awal Pembentukan Negara Pasca Proklamasi
PPKI menggelar sidang pertama pada 18 Agustus 1945 dan menetapkan UUD 1945, Soekarno-Hatta, serta pembentuka...
18 Agustus: Hari Konstitusi dan Hari Penelitian Kanker Payudara
18 Agustus 2026 diperingati sebagai Hari Konstitusi RI dan World Breast Cancer Research Day, sementara HUT M...
DKI Kirim Tenaga Medis dan Rp3,8 M Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Pemprov DKI mengirim tenaga kesehatan dan bantuan Rp3,8 miliar untuk korban gempa NTT; dana dari ASN dan aja...
Basarnas Evakuasi 3 Korban Gempa M7,7 di Manggarai Timur
Basarnas mengevakuasi tiga korban gempa M7,7 di Manggarai Timur pada 18 Agustus 2026; semua korban dirujuk k...
Menpora Maknai HUT ke-81 RI: Keberanian Kibarkan Merah Putih
Menpora Erick Thohir memaknai HUT ke-81 RI sebagai keberanian mengibarkan Merah Putih di panggung internasio...
UMN Latih Wirausaha Muda Sablon di Curug Sangereng
UMN melatih 23 anggota Karang Taruna Desa Curug Sangereng dalam sablon manual dan desain digital berbasis AI...