Hikayat Srikandi Nusantara: Sabang Merauke Tampilkan 387 Penari
Sabang Merauke menggelar pagelaran berjudul Hikayat Srikandi Nusantara pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta. Pertunjukan ini menampilkan 387 penari dari berbagai daerah untuk merepresentasikan semangat dan ketangguhan perempuan Nusantara melalui seni tari dan musik orkestra.
Detail pagelaran
Acara berlangsung selama tiga hari dan menampilkan beragam tarian tradisional Indonesia. Selain tari, pentas memadukan unsur orkestra untuk memperkuat atmosfer panggung.
- Tari Saman (Aceh)
- Tari Gending Sriwijaya
- Berbagai tarian daerah lain dari seluruh Nusantara
Beberapa musisi dan penyanyi turut meramaikan panggung, sehingga kolaborasi seni tradisi dan populer semakin terasa.
Artis dan kolaborasi
Penampilan mengundang nama-nama artis ternama untuk memperkaya kemasan acara. Kehadiran mereka bertujuan menarik perhatian publik sekaligus menyorot kekayaan budaya Indonesia.
- Raisa
- Yura Yunita
Proses seleksi dan latihan
Head Marketing Sabang Merauke, Arief, menyatakan para penari menjalani latihan intensif selama tiga bulan di Yogyakarta. Mereka juga lewat proses audisi yang menjangkau berbagai daerah.
"Para penari ini juga mengikuti audisi, seperti dari Kalimantan,"
Latihan panjang dan karantina menjadi bagian persiapan agar penampilan berjalan seragam dan berkualitas.
Suara penari
Beberapa penari membagikan pengalaman mereka mengikuti audisi dan proses latihan. Salah seorang penari asal Papua Tengah, Jamaluddin Al Afgani atau akrab dipanggil Gani, mengaku bangga terpilih.
"Bangga sekali bisa terpilih dan bisa pentas di panggung sebesar ini,"
Penari asal Aceh, Monalisa, menjelaskan persiapan yang dijalankan selama karantina.
"Selama tiga bulan dikarantina dan berlatih agar pada saat pentas bisa berjalan lancar,"
Respons penonton dan penutup
Dari pantauan penonton terlihat antusias menyaksikan pertunjukan yang disebut spektakuler. Tata cahaya dan orkestra memperkuat visual dan emosi setiap tarian.
Hikayat Srikandi Nusantara tidak hanya menampilkan seni, tetapi juga berupaya menjaga kelestarian tarian tradisional dari berbagai daerah. Pertunjukan ini diharapkan mendorong perhatian publik pada pelestarian budaya dan memberi ruang bagi penari daerah untuk tampil di panggung berskala nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
TNI AU Kirim 5 Pesawat Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan
TNI AU mengerahkan lima pesawat dari Malang ke Kalimantan untuk memperkuat 30 armada BNPB, bagian dari total...
Wamendag: Data Andal Jadi Dasar Kebijakan Perdagangan
Wamendag Dyah Roro tekankan data andal sebagai dasar kebijakan perdagangan, dorong SIP untuk memperkuat UMKM...
Kemendag Klarifikasi BYD: Pastikan Hak Konsumen Terpenuhi
Kemendag klarifikasi BYD pada 13 Agustus 2026 untuk memastikan hak konsumen terpenuhi dan mengikuti perkemba...
KLH Segel Konsesi PT Bintang Harapan Terkait Karhutla di Sumsel
KLH menyegel konsesi PT Bintang Harapan Palma di Ogan Komering Ilir setelah menemukan kebakaran lahan berula...
Kantor APCQP di Jakarta Jadi Pusat Edukasi dan Koordinasi Solidaritas
Kantor APCQP di Matraman resmi dibuka 21 Agustus 2026; kantor jadi pusat edukasi publik soal Gaza dan simpul...
BNPB Perkuat Operasi Udara untuk Tekan Karhutla di 6 Provinsi
BNPB mengerahkan helikopter patroli, OMC, dan water bombing di enam provinsi prioritas untuk mempercepat pem...