Menkop Ajak Hidupkan Semangat Bung Hatta Jelang Harkopnas ke-79
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak seluruh insan koperasi menghidupkan kembali semangat Bung Hatta menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 pada 12 Juli 2026 di Indonesia Arena, Senayan. Ajakan itu disampaikan setelah memimpin ziarah ke makam Bung Hatta dan Ibu Rahmi Hatta di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juli 2026, sebagai bentuk penghormatan dan pengingat perjuangan mereka.
Ziarah dan pesan utama
Ziarah dihadiri pejabat Kementerian Koperasi, LPDB Koperasi, dan Dewan Koperasi Indonesia. Ferry menegaskan peran Bung Hatta sebagai proklamator sekaligus Bapak Koperasi Indonesia yang meletakkan fondasi gerakan koperasi nasional.
'Kehadiran kami di Makam Bung Hatta dan juga di makam Ibu Rahmi Hatta adalah untuk mengingatkan kembali perjuangan beliau. Seluruh perjuangan dan cita-cita Bung Hatta akan tetap kami lanjutkan meskipun beliau telah tiada,' ujar Ferry.
Ferry menilai ziarah bukan sekadar seremoni. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen melanjutkan cita-cita Bung Hatta melalui penguatan koperasi di level akar rumput.
Rangkaian Harkopnas ke-79 dan peserta
Puncak Harkopnas ke-79 dijadwalkan digelar pada 12 Juli 2026 di Indonesia Arena, Senayan. Acara akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan diperkirakan diikuti sekitar 20 ribu peserta dari berbagai daerah.
Menurut Menteri, rangkaian peringatan akan diisi beragam kegiatan publik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, antara lain:
- Bazar produk koperasi
- Fun run dan car free day
- Renovasi Gedung Kongres Koperasi
- Penyerahan Koperasi Award
'Puncak peringatan akan dihadiri sekitar 20 ribu peserta dan menjadi tanda dimulainya gerakan koperasi baru yang lebih masif,' kata Ferry.
Program prioritas: Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih
Ferry menegaskan 2026 menjadi tahun kebangkitan Gerakan Koperasi Nasional melalui penguatan program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih secara berkelanjutan. Program ini bertujuan memperkuat kapabilitas ekonomi lokal dan meningkatkan peran koperasi dalam pembangunan.
'Gerakan koperasi bukan hanya pelengkap, tetapi harus menjadi lokomotif bagi pembangunan ekonomi rakyat,' ujar Ferry.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan memadukan penghormatan sejarah dan agenda program, pemerintah berharap Harkopnas ke-79 membuka fase baru bagi koperasi yang lebih produktif dan inklusif. Ke depan, fokus akan diarahkan pada pembinaan kelembagaan, akses pembiayaan, serta pasar bagi koperasi desa dan kelurahan.
Jika implementasi program berlanjut konsisten, diharapkan koperasi dapat memperkuat ekonomi lokal dan memberi kontribusi nyata pada pemerataan kesejahteraan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Open House Sekolah Rakyat Lombok: Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris
Open house Sekolah Rakyat di Lombok Barat menampilkan drama Putri Mandalika berbahasa Inggris dan memamerkan...
Sekolah Rakyat Dongkrak Kepercayaan Diri Anak di Lombok Barat
Mensos Saifullah Yusuf menyatakan Sekolah Rakyat di Lombok Barat meningkatkan kepercayaan diri dan disiplin...
Program B50 Perkuat Hilirisasi Sawit dan Kesejahteraan Petani
Menteri Pertanian sebut program mandatori B50 perkuat hilirisasi sawit, perluas pasar domestik, dan tingkatk...
Kementan Salurkan Delapan Pompa Atasi Kekeringan di Subang
Kementan salurkan delapan unit pompa ke Subang pada 9 Juli 2026 untuk menjamin pasokan air dan menyelamatkan...
Airlangga: Pemerintah Perkuat Fondasi Ekonomi Hadapi Ketidakpastian
Airlangga menyatakan pemerintah memperkuat fondasi ekonomi lewat B50, PLTS 100 GW, dan pengembangan semikond...
Menkum: Usul Tolak Merek Bukan Akhir Perlindungan Hukum
Menkum tegaskan usul tolak pendaftaran merek bukan akhir; pemohon bisa menanggapi dengan bukti dalam 30 hari...