Hari Santri ke-11 di Batubara, Wabup Bacakan Amanat Menag
Upacara memperingati Hari Santri Nasional ke-11 digelar di halaman kantor Bupati Batubara, Lima Puluh, pada Kamis, 22 Oktober. Wakil Bupati Batubara, Syafrizal SE M.AP, memimpin upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA. Kegiatan itu juga diwarnai penyerahan bantuan sarana ibadah kepada 13 pesantren di Kabupaten Batubara.
Upacara dan amanat Menteri Agama
Wakil Bupati bertindak sebagai pemimpin upacara dan menyampaikan inti pesan Menteri Agama kepada peserta. Dalam amanat tersebut, Menteri Agama mengajak masyarakat mengenang peran ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan. Ia menegaskan nilai historis yang melatarbelakangi penetapan Hari Santri setiap 22 Oktober.
Di sini sejarah mencatat, Resolusi Jihad dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 telah membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan
Makna peringatan dan tema 2026
Dalam amanatnya, Menteri Agama mengaitkan semangat Resolusi Jihad dengan peristiwa-peristiwa besar lain dalam sejarah kemerdekaan, termasuk puncak perlawanan pada 10 November 1945. Peringatan ini, menurutnya, mengingatkan bahwa santri bukan hanya penjaga nilai agama, melainkan juga unsur penting bangsa.
Peringatan Hari Santri ke-11 mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Tema itu dimaknai sebagai panggilan agar generasi santri berperan aktif dalam pembangunan dan penentuan masa depan nasional.
Bantuan untuk pesantren dan daftar peserta
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Wakil Bupati menyerahkan bantuan sarana ibadah kepada 13 pesantren di Kabupaten Batubara. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat fasilitas ibadah dan kegiatan keagamaan di lingkungan pesantren.
Hadir dan mengikuti upacara antara lain:
- Pj. Sekda Kabupaten Batubara
- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batubara, Agus Priadi S.Ag M.Si
- Kepala Sekolah MIN, MTsN, MAN, MIS, MTsS, dan MAS se-Kabupaten Batubara
- Santri dan santriwati dari berbagai pesantren
Implikasi dan tindak lanjut
Peringatan ini menekankan bahwa mengenang jasa para pendahulu harus diwujudkan melalui pengabdian nyata, karya, dan kontribusi sosial. Pemerintah daerah dan lembaga keagamaan diharapkan terus mendukung penguatan kapasitas pesantren sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan.
Dengan dukungan fasilitas dan peran aktif santri, diharapkan kontribusi mereka dapat mempercepat realisasi visi Indonesia Emas yang menjadi tujuan jangka panjang bangsa.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DQA Aceh Peringati Hari Santri 2026: Apresiasi Santri MTQ dan Sembako
Dayah Darul Quran Aceh peringati Hari Santri 2026 dengan apel, penghargaan untuk santri MTQ Nasional, dan pe...
Kejari Aceh Besar Sosialisasi Pencegahan Korupsi Dana Desa
Kejari Aceh Besar menggelar sosialisasi pencegahan korupsi dana desa di Darul Imarah untuk memperkuat tata k...
Sabang Gelar Gerakan Pangan Murah 300 Paket pada Hari Pangan 2026
Sabang menggelar Gerakan Pangan Murah 22 Oktober 2026 menyediakan 300 paket bahan pokok seharga Rp125.500 un...
Festival Seni dan Qasidah Pematangsiantar 2026 Digelar, 156 Peserta Berlomba
Pemko Pematangsiantar menggelar Festival Seni dan Qasidah 21–22 Okt 2026 dengan 156 peserta; pemenang akan m...
GPM Simalungun: Pasar Murah di Panei Tekan Harga Pangan
Pemkab Simalungun gelar Gerakan Pangan Murah di Panei (22/10/2026) untuk stabilkan harga dan bantu daya beli...
Hari Santri ke-12 Simalungun: Sekda Pimpin, Dorong Inklusi Keuangan
Peringatan Hari Santri ke-12 di Simalungun (22/10) dipimpin Sekda Mixnon Simamora, dirangkaikan Bulan Inklus...