Harganas Ke-33 di Yogyakarta: Simbol Kembalinya Tentara ke Keluarga
Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 pada Senin, 29 Juni 2026. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, mengatakan pemilihan kota ini bermakna historis karena menjadi saksi kembalinya tentara Indonesia kepada keluarga setelah perjuangan. Keputusan itu dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa keluarga adalah tujuan akhir perjuangan bangsa.
Alasan pemilihan Yogyakarta
Wihaji menjelaskan bahwa latar sejarah Yogyakarta berkaitan langsung dengan lahirnya makna Harganas. Menurutnya, peristiwa agresi militer kedua di Yogyakarta menjadi pengingat kuat akan pentingnya keluarga setelah masa perang. Penetapan lokasi peringatan dimaksudkan menghubungkan nilai sejarah tersebut dengan pesan keluarga dalam kehidupan modern.
“Hari Keluarga Nasional lahir dari peristiwa sejarah ketika para tentara Republik Indonesia kembali ke keluarga masing-masing,”
Makna historis keluarga sebagai tujuan perjuangan
Dalam penjelasannya, Wihaji menegaskan bahwa setelah perang usai, para tentara pulang dan berkumpul kembali bersama keluarga. Kejadian itu menjadi titik tolak pemaknaan keluarga sebagai pusat kebangkitan sosial dan emosional bangsa. Pengingat sejarah ini diharapkan memperkuat peran keluarga dalam menjaga nilai kebangsaan.
“Peristiwa agresi militer kedua di Yogyakarta menjadi pengingat kuat bahwa keluarga adalah tujuan akhir perjuangan bangsa,”
Pesan Wali Kota dan implikasi bagi generasi muda
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan pentingnya mewariskan nilai historis kepada generasi muda. Ia mengatakan keluarga harus menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan sosial di tengah modernisasi. Menurut Hasto, semangat perjuangan tentara dahulu perlu diterjemahkan menjadi penguatan kualitas keluarga saat ini.
“Keluarga adalah tempat pertama membangun karakter sekaligus menjaga nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,”
Harapan pemerintah dan dampak sosial
Pemerintah berharap peringatan Harganas ke-33 tidak sekadar seremoni, melainkan momen refleksi bagi masyarakat tentang peran keluarga. Peringatan ini juga diharapkan mengingatkan bahwa keluarga harus menjadi tempat kembali yang aman, serupa tujuan para pejuang setelah perjuangan panjang. Dengan demikian, nilai kebangsaan dan ketahanan sosial dapat terus terjaga melalui penguatan keluarga.
Secara lebih luas, penyelenggaraan Harganas di Yogyakarta membuka ruang dialog tentang hubungan sejarah, identitas bangsa, dan peran keluarga dalam menghadapi tantangan masa depan. Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan meneruskan upaya penguatan keluarga sebagai strategi kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo: Usul dari Anak Desa lewat TikTok Akan Saya Tindaklanjuti
Presiden Prabowo: semua aspirasi, termasuk usul dari anak desa lewat TikTok, akan diperhatikan dan ditindakl...
Akademisi Puji Arahan Presiden Prabowo, Bangkitkan Optimisme Pembangunan
Akademisi memuji arahan Presiden Prabowo di penutupan Sarasehan KSTI 2026 yang dinilai membangkitkan optimis...
Pemerintah Perkuat Peran Desa dalam Ekosistem Pangan Nasional
Pemerintah memperkuat peran desa lewat kolaborasi PAPDESI, BUMDes, KDMP, dan SPPG untuk mendukung MBG dan ke...
Kemen PPPA Perkuat Standar LPKRA untuk Melindungi Anak ABH
Kemen PPPA perkuat implementasi standar LPKRA pada 29 Juni 2026 untuk meningkatkan perlindungan anak berhada...
Mentan Tantang Kampus Perkuat Inovasi Pertanian demi Superpower Pangan
Mentan Andi Amran menantang perguruan tinggi menghilirkan inovasi pertanian agar Indonesia bisa menjadi supe...
Percepatan Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana di Sumatra
Wakil Ketua Komisi X DPR dukung percepatan revitalisasi sekolah terdampak bencana di Sumatra agar siswa kemb...