Mendag: Harga Pangan Stabil Jelang Iduladha 2026
Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga kebutuhan pangan relatif stabil menjelang Iduladha 2026. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin, 25 Mei 2026. Pemerintah memantau pergerakan harga menggunakan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan mengacu pada batas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kondisi harga saat ini
Kemendag mencatat sebagian besar komoditas pokok masih diperdagangkan dalam kisaran terkendali. Data pemantauan menunjukkan harga beberapa komoditas utama berada di bawah HET yang berlaku. Meski secara umum stabil, ada kenaikan pada beberapa komoditas di wilayah tertentu.
Data SP2KP: contoh harga komoditas
Menurut data yang disampaikan Mendag, beberapa harga yang tercatat di SP2KP antara lain:
- Minyakita: Rp15.854 per liter
- Telur: Rp27.000 per kilogram
- Daging sapi: Rp137.000 per kilogram (HET Rp140.000)
- Cabai: sekitar Rp55.000 per kilogram
"Di SP2KP tadi Minyakita harganya Rp15.854, kemudian telur harganya Rp27.000. Berarti kan di bawah HET.
"Kemudian daging sapi tadi Rp137.000, HET-nya Rp140.000," kata Budi.
Kenaikan cabai dan perbedaan antardaerah
Budi menyebut harga cabai mulai mengalami kenaikan di sejumlah daerah, namun nilainya masih dalam batas pengawasan pemerintah. Pemerintah juga mencatat perbedaan harga pangan di wilayah timur Indonesia, termasuk Papua. Perbedaan itu terutama disebabkan oleh tantangan distribusi pasokan beberapa komoditas pokok.
"Cabai ada yang Rp55.000, tapi masih HET di sini. Jadi harga stabil," ujar Budi.
Upaya menjaga pasokan dan stabilitas
Kemendag terus memantau distribusi pasokan untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang Iduladha. Pengawasan mengacu pada ketentuan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang berlaku. Pemerintah meminta pemasok memperkuat distribusi ke daerah-daerah yang mengalami kenaikan agar pasokan dan harga kembali lebih terkendali.
"Memang yang mungkin di daerah-daerah seperti Papua, ada beberapa komoditas yang tinggi. Karena kita minta kepada para supplier untuk memasok, terutama yang di daerah-daerah, tapi semua terkendali," ucap Budi.
Pemantauan berkelanjutan dan upaya distribusi diharapkan menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan sampai masa Iduladha.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...