BPS: Harga Minyakita Turun, Namun Masih di Atas HET
Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga Minyakita di pasar rakyat turun pada pekan kedua Juni 2026, namun angka rata-rata nasional masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Penurunan tercatat dari sekitar Rp17.000 per liter menjadi Rp16.355 per liter, sementara HET ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Data BPS: Harga dan tren
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pantauan Kementerian Perdagangan mencatat harga Minyakita saat ini di level Rp16.355 per liter. Meski turun, harga itu masih melewati HET Rp15.700.
Kalau kita lihat harga Minyakita di pasar rakyat pantauan Kemendag itu sudah berhasil diturunkan dari Rp17.000 dan sekarang menjadi Rp16.355. Walaupun ini masih di atas HET yang sebesar Rp15.700
Secara keseluruhan, harga rata-rata minyak goreng di pasar rakyat untuk semua jenis — curah, premium, maupun Minyakita — mencapai Rp20.167 per liter. Angka ini naik 0,81 persen dibandingkan Mei 2026.
Daerah dengan kenaikan tertinggi
BPS melaporkan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minyak goreng terjadi di 165 kabupaten/kota. Daerah dengan kenaikan harga Minyakita tertinggi antara lain:
- Kota Bima
- Kabupaten Bima
- Kabupaten Fakfak
- Kabupaten Buru Selatan
- Kabupaten Halmahera Barat
Pemerintah terus memantau perkembangan harga untuk menjaga keterjangkauan minyak goreng bagi masyarakat.
Respons pemerintah dan penilaian Bapanas
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyebut kenaikan harga Minyakita sebagai sebuah anomali. Menurutnya, posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar seharusnya menjamin pasokan.
Tentang minyak goreng ini adalah anomali. Kita mensuplai minyak goreng seluruh dunia dan 60 persen bahan baku minyak goreng ada di Indonesia, yaitu CPO, tetapi kita naik, jadi ini anomali di pasar
Amran menuturkan pemerintah sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk memperbaiki tata kelola distribusi. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pengelolaan Minyakita oleh badan usaha milik negara (BUMN) secara penuh.
Kami sudah koordinasi dengan Bapak Mendag tadi pagi lagi. Kami katakan Minyakita itu 100 persen dikelola oleh BUMN, itu arahan Bapak Presiden dua pekan lalu
Pengaruh program bantuan pangan
Amran juga menyebut penggunaan Minyakita dalam program bantuan pangan menjadi salah satu pemicu kelangkaan. Ia menilai bantuan seharusnya memakai minyak goreng komersial, bukan Minyakita.
Minyakita kemarin hanya sekitar 35 persen dan dipakai untuk bantuan pangan. Seharusnya minyak biasa yang digunakan, bukan Minyakita, itu salah satu penyebabnya kemarin Minyakita langka
Untuk itu, pemerintah meminta Perum Bulog menghentikan penggunaan Minyakita dalam program bantuan pangan. Langkah ini diharapkan meningkatkan pasokan Minyakita di pasar dan meredam kenaikan harga.
Pengawasan distribusi dan penyesuaian kebijakan akan menjadi fokus pemerintah dalam beberapa pekan ke depan untuk menjaga keterjangkauan minyak goreng bagi konsumen.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemdiktisaintek Minta Fleksibilitas Akademik untuk Mahasiswa NTT
Kemdiktisaintek mengimbau perguruan tinggi di NTT menerapkan fleksibilitas akademik pascagempa 7,7 untuk men...
Ateng Sutisna Dorong Penguatan Tata Kelola Energi dan SDA
Ateng Sutisna mendorong penguatan tata kelola energi dan SDA setelah pidato Presiden, menyoroti B50, bursa k...
DPR Percepat Penanganan Bencana di NTT
DPR bersama pemerintah mempercepat penanganan bencana di NTT, dengan kunjungan lapangan, penugasan anggota D...
BNPB Imbau Warga NTT Waspada Gempa Susulan
BNPB mengimbau warga terdampak gempa NTT waspada gempa susulan; BMKG catat 2.119 gempa susulan hingga 18 Agu...
BNPB Gelar Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling untuk Pengungsi Sikka
BNPB menyediakan trauma healing dan perpustakaan keliling di GOR Samador, Sikka, untuk mendukung pemulihan p...
Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami: Langkah Antisipasi Penting
Indonesia rawan gempa dan tsunami; warga diminta siaga dengan tas darurat, amankan perabot, dan pahami jalur...